B-A-L-I. Kenapa memilih Bali jika sudah pernah menginjakkan kaki ke sana sebelumnya? Well, dua kali saya menginjakkan kaki ke Bali, pertama saat saya duduk di bangku SMP dan yang kedua saat saya di SMA. Pergi ke Bali saat itu mungkin bukanlah pergi bebas seperti yang saya inginkan karena sekolah saya menyematkan embel-embel kata study tour sebelum kata Bali. Dan untuk memuaskan jiwa saya akan Bali, akhirnya dengan segala pertimbangan, saya dan seorang teman liburan saya, memilih Bali (lagi) sebagai destinasi wisata saya yang kedua di masa kuliah ini.

#IniPlesirku

Perjalanan ke Bali kali ini bisa dibilang sebagai perjalanan yang sangat-sangat panjang, total waktu perjalanan kami Solo-Bali kurang lebih adalah 24 jam. Dari Solo, kami melakukan perjalanan ke Surabaya dengan kereta api sebagai transportasi kami, di tengah perjalanan, kami berdua sempat berbincang dengan sesama penumpang, yang ternyata seorang mahasiswa yang akan melakukan KKN di Bali. Setelah perjalanan seharian di kereta, tibalah kami di Surabaya Gubeng sekitar waktu Ashar, karena kereta selanjutnya dengan rute Surabaya-Banyuwangi masih sangat lama, akhirnya kami berdua memutuskan untuk berkeliling Surabaya ditemani teman lama. Tak disangka, ia menawarkan untuk mengantarkan kami berdua ke Madura dengan menyeberang melalui jembatan Suramadu, tanpa basa-basi kami berdua langsung menyetujui. Di Madura, kami diajak untuk mengunjungi salah satu tempat kuliner paling terkenal di Madura, apa lagi kalau bukan Bebek Sinjay yang disuguhkan dengan sambal mangga mudanya yang khas dan mampu menggoyang lidah. Setelah perut kenyang dan puas berkeliling di Kota Surabaya, kami kembali lagi ke Stasiun Gubeng, setelah menunggu kurang lebih 2 jam, tepatnya jam 10 malam, kereta yang akan membawa kami ke Banyuwangi akhirnya datang juga, perjalanan Surabaya-Banyuwangi ini cukup lama, memakan waktu sekitar 7 jam yang berarti kami akan tiba di Banyuwangi waktu subuh esok pagi. Tibalah kami di Stasiun Banyuwangi sekitar jam setengah 5 pagi, dan untuk sampai di Denpasar, kami harus menggunakan bis dan kapal ferri sebagai alat transportasi. Perjalanan belum berakhir karena Banyuwangi-Denpasar masih cukup jauh, sekitar 5,5 jam perjalanan. Akhirnya, kami tiba juga di Terminal Ubung Denpasar saat hari sudah hampir siang. Selama di Bali, kami berdua akan menginap di rumah saudara teman saya di Denpasar, yang kebetulan dia adalah seorang keturunan Bali. Hari pertama di Bali, kami berdua memutuskan untuk istirahat di rumah dan hanya sekedar bersua di rumah saudara-saudara teman saya yang kebetulan juga hanya di daerah Denpasar. Hari kedua, kami mulai menjelajahi Bali dengan mengendarai motor, destinasi wisata kami yang pertama adalah Museum Blanco Renaissance yang terletak di Ubud, museum ini adalah salah satu museum terkenal di Bali yang didirikan karena keinginan dari seorang pelukis terkenal yang bernama Antonio Blanco, fokus dari lukisan-lukisan Blanco adalah wanita, bisa dibilang bahwa Blanco adalah seorang pelukis feminin. Tempat selanjutnya masih di sekitar Ubud yaitu Bukit Campuhan, cuaca cukup terik karena saat itu karena matahari tepat berada di atas kepala. Sorenya, kami berjalan-jalan di daerah sekitar Ubud yang tidak kalah ramai dengan daerah Legian yang selalu menjadi favorit pengunjung domestik maupun manca. Di hari ketiga, saya diajak keluarga teman saya untuk bersilaturahmi ke salah satu kerabat mereka yang sedang mengadakan upacara pura keluarga, ini merupakan pengalaman baru bagi saya sebagai seorang yang memiliki budaya yang berbeda. Setelah seharian hadir di upacara pura, kami menutup hari dengan berwisata ke dua pantai yang cukup terkenal di Bali yaitu Pantai Pandawa dan Pantai Balangan. Saya cukup merekomendasikan Pantai Balangan sebagai salah satu destinasi yang harus dikunjungi teman-teman saat ke Bali, karena pantai ini cukup unik dan memiliki sunset yang sangat indah. Di perjalanan pulangnya, kami memutuskan mampir ke rumah makan khas Bali yaitu Ayam Betutu Gilimanuk, lagi dan lagi, saya jatuh cinta dengan sambalnya. Mungkin mengunjungi Bali terasa belum lengkap jika belum berkunjung ke Pasar Sukowati dan membeli berbagai buah tangan khas Bali, setelah puas berbelanja, kami melanjutkan bepergian ke beberapa tempat wisata lain seperti yang sudah kami rencanakan malam sebelumnya yaitu ke Air Terjun Tegenungan dan Pantai Kuta. Seakan tak ingin menyia-nyiakan sisa waktu kami di Bali, hari-hari berikutnya kami lanjut tancap gas lagi ke beberapa tempat wisata yang tidak kalah terkenal dengan tempat-tempat wisata sebelumnya yaitu ke Tampak Siring Pura Tirta Empul, Desa Penglipuran Bali, Wisata Kopi Bali Pulina, Rice Terrace Tegalalang, Pulau Serangan, dan Art Centre Bali untuk menonton pertunjukan tari. Salah satu tempat wisata yang tak boleh dilewatkan menurut saya adalah Art Center Bali, karena di sinilah berbagai macam kebudayaan Bali ditampilkan dan kalian bisa menontonnya secara gratis.

Tak terasa waktu liburan kami di Bali telah usai, setelah puas menjelajahi banyak tempat wisata, kami harus kembali ke kota asal kami dan berharap suatu saat, kami bisa kembali lagi ke Pulau Dewata ini. #IniPlesirku