Tak ada habisnya jika kita berbicara tentang cinta. Semua menjadi misteri, awal biasa menjadi luar biasa, bisa jadi semua di luar nalar kita. Terutama cinta terhadap lawan jenis yang menjadikan semua seakan logika tak ada lagi dan berlebihan sehingga terlupakan apa yang menjadi kewajiban. Dan lupa bahwa cinta lawan jenis antara manusia yang ia rasakan hanyalah seperti setetes air.

Jika setetes cinta kita berikan kepada Sang Pencipta maka cinta yang kita dapatkan adalah sebaik-baiknya cinta yang sudah dihilangkan keburukannya dan nanti menjadi cinta yang suci yang mengalir kepada seseorang yang dikehendaki-NYA, yaitu seseorang jodoh yang baik.

Bila kita menjadikan Allah yang pertama dalam hati, percayalah kehidupan akan menjadi lebih mudah untuk dijalani.

Salah satunya hati kita tak gampang terluka hanya karena sebuah kata yang begitu banyak menyiksa manusia, ialah cinta namanya.

Manusia terluka karena cinta, manusia tersiksa karena cinta dan manusia kehilangan semangat karena cinta. Itu sebenarnya bukan salah cinta tapi diri kita.

Ya, ketika jadikan Allah yag pertama dalam hati kita, tentu kita tak akan terluka karena cinta. Karena kita tahu, ini ada maksudnya dan Allah akan berikan gantinya.

Ketika kita jadikan Allah yang pertama dalam hati kita, tentu kita tak akan tersiksa karena cinta. Karena kita tahu kita bisa menghadapinya karena tak mungkin Allah berikan ujian cinta diluar kemampuan hambanya.

Ketika kita jadikan Allah yang pertama dalam hati kita, tentu kita tak akan hilang semangat hidup karena cinta. Karena alasan kita hidup bukan karena si dia, alasan kita hidup karena Allah Ta’ala.

Jika semangat hidup karena si dia, ketika ditinggal atau cinta tak terbalas, maka hilang semangat kita, tapi jika semangat hidup karena Allah, ketahuilah Allah tak akan pernah meninggalkan kita.

Maka ketika hati terluka itu salah kita sendiri, karena tak menjadikan Allah yang pertama dalam hati.

Sekian.

Pesan dari Dayat Piliang

Kemarin, yang tak akan terulang. Kita ambil hikmah, pelajaran, dan syukuri apa yang telah dialami kemarin.

Besok belum tentu menemuinya. Lakukanlah kebaikan saat ini juga, karena kita tidak pernah tahu apakah kita bisa menemui hari esok untuk melakukannya?

Advertisement

Hari ini, tempat menabung amalan kita. Hari yang sedang kita jalani saat ini adalah kesempatan emas untuk mengisinya dengan ketaatan dalam bentuk amal ibadah.

Pada akhirnya, setelah kemarin tak dapat diulang, besok yang belum tentu berjumpa, maka manfaatkanlah sebaik mungkin hari ini.

Semoga dia yang selama ini belum didekatkan oleh Allah senantiasa selalu memperbaiki diri dan menjaga diri di sana dan mempersiapkan diri untuk sebaik-baiknya cinta.