Hatimu tempatmu berlabuh, jiwaku menemukanmu di ujung pencarianku

Menulis tentang kamu memang tidak akan pernah ada habisnya. Banyak sekali cerita dan cinta yang tentu sudah kukemas untukmu. Pada saat kamu membacanya, mungkin kamu tidak menyadari, siapa tahu saja kamulah masa depanku. Saat ini mungkin kamu sedang bersama orang lain yang kamu yakini akan jadi masa depanmu, tapi ingatlah, tidak akan ada yang pernah tahu masa depan, tidak ada yang pernah tahu dengan siapa akhirnya hati kita berlabuh. Dunia dan waktu terus berputar, begitu juga cerita kehidupan hidup seorang anak manusia.

Mereka di luar sana berpikir begitu sulit menemukan siapa yang jadi belahan jiwa mereka, tapi bagiku, cukuplah kamu yang santun, yang punya segudang cinta dan tuntunan agar aku selalu dapat lebih dekat dengan Tuhanku.

Tidak rumit tapi juga tidak semudah itu, bagiku santun adalah ketika kamu mampu menghargai kedua orang tuaku, sepasang sosok yang dengan rela berpeluh keringat mencari nafkah dan yang cintanya tak pernah habis. Berbuatlah pada mereka seperti aku sungguh-sungguh menghormati dan menghargai mereka,

Segudang cinta juga harusnya kau selalu miliki buat aku, tidak hanya untuk parasku saat ini, tapi saat aku mulai renta dan tidak lagi rupawan.

Advertisement

Bukankah cinta seharusnya menghadirkan sejumlah ketulusan yang tidak akan pernah ada ujungnya?

Mencintaiku bukan hanya tentang sebatas fisik, tapi juga tentang segala yang aku miliki, kurang dan lebihku, juga tentang bagaimana kamu menjadi sosok yang hebat bagi keluarga kecil kita nanti. Bukan ada hanya saat diminta, tapi selalu ada di sana selama kita masih bernapas dan jantung berdetak.

Kamulah juga yang akan selalu kuandalkan, untuk terus memacu agak tiap pribadi kita ini jadi sosok yang selalu jadi bisa menyenangkan hati Tuhan kita. Dalam setiap langkah, dalam setiap doa yang kita naikkan, biarlah kamu yang terus jadi penyemangatku, jadi pengingatku saat aku terjatuh, bahwa kita punya Tuhan yang Maha Besar yang mampu kita andalkan.

Sampai saat-saat kita dipertemukan, ijinkan aku saat ini berbenah diri, memantaskan diri untuk jadi seorang yang pantas mendampingimu, jadi sosok yang mampu melengkapi di mana kurang dan lebihmu. Aku harap saat ini pun kamu memantaskan diri sama sepertiku. Karena aku tahu, bahwa kita akan mendapatkan apa yang pantas kita dapatkan. Dan bahwa Tuhan tidak pernah tidur atas setiap upaya, usaha dan doa yang dipanjatkan.

Dan orang bilang, semua akan indah pada waktunya

Ya… semua akan indah pada waktunya, saat aku dan kamu sosok masa depanku, saat kita dipertemukan dalam waktu dan ruang yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Tunggulah samapai hari itu datang bagi kita. Karena segala yang sudah digariskan tidak akan pernah salah, apalagi tertukar ….