Mungkin beberapa diantara kalian pernah mengalami hal-hal seperti ini, entah gimana bisa terjadi namun jika perasaan yang memegang kendali dirimu tak akan bisa melakukan apa apa. Jalani saja apa yg ada di depan mata, berarti itu adalah takdir hidupmu.

Hei, pasti jika boleh jujur kamu pasti merindukan akan semua hal tentang dia, merindukan akan semua pertanyaan yg dulu dia sering lontarkan kepada mu, merindukan akan semua bujuknya jika dirimu sedih dan ngambek atas ulah yg dia perbuat terhadapmu. Kamu merindukan canda tawa tak jelas ketika malam tiba. Kamu merindukan sosoknya yg tak kunjung datang. Kamu merindukannya yg tak ingin "jaga jarak" dengan mu seperti ini.

Dan pasti kamu berharap bahwa dia baik baik saja wahai sang penyandang gelar moodbooster di hidupmu. Kamu berharap jika dia sama sekali tak berubah sedikitpun terhadapmu. Kamuu sangat sangat berharap tak terjadi hal yg sedemikian buruk terhadap dia. Karna dirimu tak ingin terjadi hal yg buruk menimpanya. Jarak kalian yg jauh sudah cukup bagimu, jangan ada kata "jaga jarak" di atas jarak yg sudah terbentang di antara kalian berdua. Jangan ada "jaga jarak" karna takut jatuh cinta, biarkan mengalir apa adanya. Jangan takut akan jatuh cinta, karna cinta tak pernah salah.

Dan kau berharap bahwa dirinya di sana harus tau bahwa di setiap malam mu, kamu hanya berharap bahwa dirinya sadar akan sosok mu. Kamu tidak fana. Kamu nyata. Kamu ada. Dan kamu jika tak mendengar kabarnya sekali sudah membuat malammu uring-uringan. Kamu tak mau seperti ini terus bukan? Tegaskan padanya bahwa kamu adalah sosok yg nyata.

Dia hanya belum tau bahwa kamu sudah mencoba agar kamu dan sikapmu tak seperti ini. Kamu telah mencoba. Tapi gagal. Perasaanmu dan rasa penasaranmu lebih besar ketimbang pengontrol emosimu. Dan kamu tak bisa menyalahkan dirimu sendiri. Tenang, kamu tidak salah. Dirinya sungguh membawa pengaruh besar buat mood di sepanjang harimu bukan, sehingga kamu tak dapat mengontrol perasaan dan emosimu?

Advertisement

Kamu sadar kamu hanya menyandang sosok "adik" di dalam kehidupannya. Tentu saja bukan kamu yang meminta. Dirinya lahh yg memberi gelar itu dihidupmu. Jika kamu yg meminta, biar kutebak? Pasti bukan gelar itu yg kamu inginkan. Kamu ingin menjadi teman hidupnya selamanya, menemaninya di sepanjang hidupnya, karirnya di hari hari nya, menjaganya selayaknya kamu menjaga dirimu sendiri, menyayanginya selayaknya kamu menyanyangi tubuhmu sendiri.

Kamu sadar pasti bahwa kamu bukanlah sosok wanita yg dia inginkan sama sekali. Bahkan kamu merasa dirimu jauh sekali terhadap apa yg di inginkan oleh dirinya. Jauh, sangat jauh dari sosok kriteria pendamping hidupnya. Kamu sadar. Untuk itu kamu hanya perlu bersyukur bahwa kamu masih memiliki kesempatan walaupun hanya dianggap adik olehnya.

Teruntuk buat kalian kalian yg berada di posisi yg sama seperti di atas, jangan lupa bersyukur atas apa yg kalian punya saat ini. Tetap bersamanya tetap dampingi dia, buat dirimulah tempat dia mengeluh kesahkan akan kehidupan dunia. Buatlah dia nyaman bersamamu. Mungkin dengan begitu suatu saat dia akan sadar betapa pentingnya dirimu di hidupnya. Tetap berjuang buat cinta yg indah di hidupmu.