Aku memandangnya hampir setiap hari, memperhatikan caranya berinteraksi dengan orang lain, mendengarkan bagaimana dia bertutur kata dan tertawa pada setiap gurauannya.

Aku selalu tersenyum saat membaca pesan yang masuk darinya, tersipu atas semua kata demi kata sederhana yang dia tuliskan. Anehnya, dia tidak sedang merayu. Namun rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu berterbangan dalam perutku yang begitu menggelitik dan membuatku tersenyum membaca setiap baris kata darinya.

Mereka bilang dia lelaki yang baik, pintar, dan ramah. Dia adalah sosok yang tak akan ditolak oleh setiap wanita yang ingin diperlakukan spesial oleh lelakinya. Atau dengan kata lain dia adalah pasangan yang ideal. Dia adalah tipe lelaki yang akan selalu membuat wanitanya tersenyum, dia juga tipe lelaki yang akan selalu membuat wanitanya yang merasa paling beruntung bisa berada disampingnya.

Apakah aku jatuh cinta? Bisik hatiku malam itu setelah pergi berdua denganya. Namun tidak. Seperti ada gema yang bersuara dalam pikiranku. Bukan begini rasanya jatuh cinta. Tak ada gairah, tak ada rasa berdebar. Rasanya hanya seperti telah mengenalnya begitu lama dan nyaman berada di sampingnya. Ku perhatikan setiap ucapan yang terlontar dari mulutnya. Cerita-cerita nostalgia tentang masa lalu. Aku ingat betul, aku seperti gadis kecil yang mendengar cerita dongeng kesayangannya.

Kagum? Tentu saja. Rasanya setiap jengkal darinya membuatku kagum. Berarti, apakah aku hanya sekedar mengaguminya tanpa ada tendensi perasaan apapun? Rasa-rasanya tidak juga. Dia tak terlalu sempurna dan hebat untuk membuatku hanya sekedar merasa kagum dan mengesampingkan segala kekurangannya.

Advertisement

Ku rasa aku tau, dia hanya lelaki baik yang tanpa sengaja membuatku jatuh hati dengan semua yang ada pada dirinya. Ya, aku jatuh hati.

Hatiku tak terlalu egois untuk dapat memilikinya, jadi kurasa aku bukan jatuh cinta dan hatiku tak terlalu takjub memandang dia sempurna, jadi kurasa aku tak hanya mengaguminya. Namun aku jatuh hati.

Sepertinya jatuh hati adalah kata yang begitu indah yang menggambarkan apa yang kurasakan saat ini. Tak ada keegoisan, tak ada kebutaan melihat sempurnanya dan tak mengakui kelemahannya. Jatuh hati itu seperti belajar ikhlas dan memberi tanpa pamrih. Jatuh hati juga tak menyakitkan, karena tak ada tuntuan untuk bersama dan memilikinya. Jatuh hati bak air sungai yang mengalir tanpa jeram, perlahan, tenang, dari sumber mata air yang jernih melewati perairan yang begitu panjang, menguap, dan berubah menjadi hujan atau langsung bermuara ke samudera.

Jatuh hati adalah rasa yang begitu tulus bahkan melebihi jatuh cinta. Kita tak kan pernah tau kapan kita jatuh hati. Kita juga tak pernah bisa menentukan kapan kita akan jatuh hati. Semua kehendak alam dan campur tangan waktu. Kita juga tak pernah meminta, dia merasakan hal yang sama.

Karena bagaimanapun jatuh hati tetap indah, walau dinikmati sendirian.