Kesepian bukan karena tidak ada teman tetapi karena tidak ada lagi yang bisa diharapkan.

Saat merasa sepi, berdoalah karena selalu ada harapan bagi orang-orang yang berdoa.

Aku sudah tau teori itu, tapi selalu saja ada yang kurang. Aku merasa sepi. Sejak kehilangan kamu, hidupku merasa sepi, tanpa ada tawa, bahagia, hambar aku rasa.

Kurang dekat dengan Tuhan? Aku juga tidak tau. Rasanya ada satu hal yang mengganjal dalam hatiku. Perasaan kosong ini sama persis yang aku rasakan tiga tahun yang lalu. Apa aku yang terlalu hidup dalam mimpi? Aku juga tidak mengerti. Selalu diliputi pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Aku ingin terbebas dengan perasaan ini.

Ah, bukankah hujan selalu saja jatuh meski dia tau betapa sakitnya jatuh berkali-kali? Kenapa dia begitu setia membasahi bumi? Karena Tuhan memang menciptakan demikian. Tak masalah dia jatuh, karena memang mereka sudah berjodoh bukan? Berbeda rasanya ketika aku masih saja diselimuti oleh kesedihan yang mendalam.

Advertisement

Tuhan, perasaan apa ini? Bisakah Kamu menjelaskan dengan penjelasan yang sederhana dan bisa dimengerti? Aku benar-benar tak mengerti dan tak peduli. Aku tidak paham sama sekali. Bagaimana ini? Bukankah Kau Zat Yang Maha Adil, mampu melampaui semuanya. Jauh lebih dalam yang sudah aku temukan. Kenapa seperti itu? Aku tidak tahu.

Banyak teori tentang sepi, jodoh dan lain sebagainya. Namun nyatanya, ketika kamu terjatuh hanya seseorang yang kamu harapkan untuk bisa berada di sampingmu, menenangkanmu dan membuatmu merasa nyaman. Ketakutan mungkin hal akita rasakan di saat sepi, tapi ada hal lain yang bisa kita lakukan untuk mengobatinya. Yah, ada sebuah luka yang mungkin kamu berhak tahu. Tak selamanya cinta akan tumbuh seperti bunga-bunga di taman. Tak selamanya cinta itu akan turun seperti hujan jatuh ke bumi. Tak selamanya cinta itu mengalun seperti musik yang akan terus berputar kotak musik.

Tak selamanya cinta akan mengalir seperti air.