Kata ini mungkin memang terdengar sangat klasik bagi sebagian orang, namun tidak bagi seseorang yang mengalaminya. Sama halnya denganku, sesuatu yang awalnya saja terlihat salah mungkin akan jauh lebih buruk lagi bila di teruskan, entahlah aku tak ingat pasti kapan awalnya yang jelas aku menemukan debar yang tak kunjung berhenti ketika melihat keberadaanya. Aku selalu berusaha mencari dari mana arahnya jika aku mendengar suaramu dan anehnya lagi aku selalu berhasil menemukan matanya di tengah kerumunan. Jadi salahkah jika aku mengartikan ini sebuah rasa suka.

Semua berjalan seperti roda kereta yang berjalan sebegitunya tapi pasti terlampaui. Berhari-hari percakapan kita mulai terjadi namun itu hanya bertahan beberapa hari dan asal kau tau aku sangat menyukai itu. Bagiku aku seakan berada di Negeri dongeng yang apapun kuinginkan pasti akan terwujudkan. Karena saat ini yang kuinginkan hanya bersamamu. Mungkin keinginanku terdengar terlalu berlebihan, maaf karena aku sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi.

Jika suatu hari nanti kau menemukan tulisanku ini kumohon dengarkan aku sebentar, aku menyukaimu kau pria pendiam dengan sejuta pesona di hidupmu. Walau kedekatan kita hanya sesaat aku sungguh begitu menyukainya. Hingga suatu senja di tengah gerimis rintik hujan aku mendengar sesuatu yang tidak pernah ingin kudengar . Ya aku mendengar kenyataan yang begitu menyakitkan, mungkin ini terlihat berlebihan tapi tidak untukku aku merasa dunia seakan berhenti tak akan pernah ada cahaya lagi .

Aku mendengar kedekatanmu dengan seseorang dan yang begitu membuatku terkejut. Dia yang dekat denganmu adalah teman baikku. Ya dan sejak saat itu aku begitu membenci senja, senja yang sedari dulu menjadi tempat peraduanku senja yang selalu menggambarkan keindahan semua berubah menjadi senja yang gelap gulita tanpa cahaya. Yang ada hanya kenangan kenyataan yang begitu menyakitkan.

Bukan, ini bukan salahmu atau salah temanku, semua ini murni kesalahanku , karena sejak awal aku telah masuk ke tempat yang salah. Tempat yang seharusnya tak pernah aku masuki tempat yang seharusnya tak pernah aku ketahui isinya. Jika kau bertanya apakah aku sakit hati ? jujur akan kukatakan ya aku sakit hati. Bahkan ini sakit sekali tapi tidak apa. Jangan pedulikan aku, berbahagialah dengan temanku karena kebahagiaan kalian jadi prioritasku sekarang.