Hubungan ini berawal dari perkenalan, perkenalan oleh sahabatku, kemudian menjadi cinta yang berkobar membakar hatiku….

Awal berjumpa aku merasa tertarik karena covermu begitu cantik, kata sahabatku, kau dan keluargamu begitu baik, keluargamu dari keluarga yang berpendidikan, saudara-saudaramu semuanya orang-orang terdidik, tapi cover adalah cover, tak selalu cover sesuai dengan isi, malah mungkin berbanding terbalik…..

Awalnya kau begitu baik, selalu perhatian, setiap hari ada sapaan sayang, tapi setelah beberapa bulan, ku tak lagi melihat dan mendengar hal itu, smsmu jarang, kata sayangmu berkurang, perhatianmu kian hari kian menghilang, aku merasa kau sudah berubah, kini kita tak lagi searah, kalau aku tak menyapa dulu kau tak pernah mendahuluiku, aku tak tau apakah karena kau begitu sibuk dengan kerjaanmu ataukah karena kau sudah tak lagi secinta dulu, dan aku sempat berpikir juga ataukah mungkin kau sudah punya yang baru selain aku…..

Ternyata asumsiku benar, kau sudah punya yang baru tanpa seizin dan sepengetahuanku……

Aku melihat kau dengannya, berjalan begitu mesra, dan aku masih bisa diam saja, tapi ternyata itu berulang beberapa kali, dan kau begitu tega, kau bawa dia ditempat kencan favorit kita, tapi aku masih saja bisa sabar dan memaafkan perilakumu yang ku anggap itu hanya kekhilafan, tapi kian hari kau kian menjauh, kau sengaja tak menghubungiku hampir satu bulan, akupun sudah tak sanggup, aku sudah tak kuat lagi menahan kesakitan dan penghianatanmu, dalam hatiku tersimpan, "Rasamu hilang kemana, cintamu terhadapmu kenapa? Hanya tangis dan tangis yang bisa ku lakukan, tak lagi ada harapan, hanya penantian, penantian yang tak kunjung ada kepastian….

Advertisement

Walau aku teramat sakit, maafku selalu bisa meluluhkan khilafmu……

Aku putuskan aku menyerah, aku putuskan aku yang mengalah, aku menemuimu dengan segala sakit dan pedihku, kau hanya bertanya apa kabarmu (seolah tak ada apa-apa), tapi aku juga berusaha tuk biasa, tapi air mataku tak bisa ku tahan, aku menangis sejadi-jadinya, kau hanya diam dan tanya "kenapa?" aku jawab dengan terisak, aku tidak apa-apa, aku ingin kita mengakhiri ini semua, aku melepasmu agar kau bahagia, aku tau kau sudah berdua dengannya, aku memaafkanmu aku mengikhlaskanmu, dan semoga kau bahagia, aku tau kau sudah lama dengannya, jangan sakiti dia, biarlah aku yang pergi, aku pasti bisa bahagia, aku pasti bisa melupakanmu tuk selamanya… "Kau masih tetap diam" Aku tahu setiap orang ingin bahagia termasuk aku, kau dan dirinya, jadi sudahlah jangan kau paksakan kebahagiaanmu untukku sedangkan saat ini kau sedang mengharapkannya…. (sambil ku tatap ia dalam-dalam)

Tak ku sangka jawabanmu begitu mengejutkan, "Kalau aku nanti berhenti dan aku berpaling serta mengejarmu, mau kah kau tetap menerimaku?? Aku balik terdiam, dan aku jawab "Iya aku menerimamu" entah jawaban apa itu, tapi aku tak bisa menjawab selain jawaban itu, mungkin karena aku masih sangat mencintainya, tapi sudahlah, mungkin ini takdir yang harus aku jalani dan syukuri, aku bahagia seperti ini karena aku akan tambah menderita kalau aku sampai menyakitinya karena aku ingin berusaha menjadi wanita yang selalu baik dimata-Nya… "Allah SWT"