Selama ini kita sering di berikan pertanyaan, apa sih tujuan hidupmu?

Hai bro, tujuan hidupmu itu apa? Dan kemana??

Dan saat di berikan pertanyaan seperti itu, aku hanya bisa tersenyum tanpa bisa menjawab pertanyaan yang di berikan kepadaku. Karena saat itu memang aku masih belum tau apa tujuanku hidup, dan kemana tujuanku pergi.

Seiring dengan bertambahnya usia aku pun sedikit demi sedikit mulai paham dan mengerti tujuan ku hidup di dunia ini.

Tujuan hidupku yang pertama adalah untuk ibu

Advertisement

Masih jelas teringat waktu masih sekolah dulu, aku hanya bisa merengek ke ibu saat meminta uang untuk membeli jajan atau mainan yang aku inginkan. Ya, mungkin kalian semua juga pernah mengalami hal yang sama. Hehe. Tapi,ibu kita pasti dengan sabar akan menuruti keinginan kita. Kita tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan yang ibu berikan kepada kita sampai kapanpun, tapi paling tidak, tunjukanlah kepada ibu kita usaha dan kerja keras kita untuk sekedar melihat ibu kita tersenyum bahagia. Dan hal inilah yang membuatku sadar kalau tujuan hidupku ternyata ada di sampingku selama ini, dia adalah sosok perempuan yang luar biasa bagiku. Tujuan hidupku adalah untuk ibu.

Tujuan hidupku yang kedua adalah untuk ibu

Setelah lulus sekolah, aku mulai mencari pekerjaan. Ya kalian tahu sendiri bagaimana sulitnya mencari pekerjaan, tapi ibuku selalu memberikan semangat padaku agar aku tetap semangat dan tidak putus asa dalam mencari pekerjaan. Sungguh luar biasa ibu ku ini, tanpa rasa lelah beliau selalu memberikan semangat kepadaku. Dan karena kerja keras, do’a dan suntikan semangat dari ibuku, akhirnya aku berhasil mendapatkan pekerjaan. Dan aku akan dedikasikan pekerjaanku ini hanya untukmu ibu. Terima kasih atas semua yang sudah kau lakukan dan kau berikan padaku. Aku menyayangimu ibu.

Tujuan hidupku yang ketiga adalah kamu

Hai bro, mana pacarmu? Kok sendirian terus?

Pertanyaan dari sahabatku yang menyadarkanku bahwa aku masih sendiri. Malu rasanya melihat para sahabatku sudah berjalan bersama dan bergandengan tangan dengan suami atau istri mereka.

Ya, karena rutinitasku yang begitu padat, aku sampai lupa mencari seorang pendamping hidup. Jangankan berkenalan secara langsung, lewat sosmed pun tak pernah aku lakukan. Ya aku memang lulusan IT, tapi aku jarang bersosial media lewat fb, twitter atau yang lainnya. Aku lebih suka menulis di blog pribadiku sendiri. Aku pikir lebih bermanfaat jika aku menulis di blog pribadi, karena bisa sharing ilmu dengan banyak orang.

Tapi semuanya berbeda saat tidak sengaja aku meminjam hp sahabatku, dan aku melihat foto kamu di hpnya. Semuanya terasa beda saat ku melihat foto kamu, entah perasaan apa yang aku rasakan. Aku hanya bisa mengucap “subhanallah, manisnya”. Dan aku pun mulai bertanya-tanya ke sahabatku tentang kamu. Setelah kurasa cukup bertanya, aku memberanikan diri untuk berkomunikasi dengan kamu, meskipun hanya lewat sosmed. Saat pertama aku mengirim pesan kepadamu, aku hanya bisa harap-harap cemas. Timbul pertanyaan di hatiku, akankah kamu membalas pesanku. Ternyata pertanyaanku langsung terjawab dengan balasan pesan yang kamu kirimkan. Perasan tegang, gelisah dan bingung campur menjadi satu. Ya karena ini adalah pengalaman pertama yang aku rasakan.

Setelah beberapa hari kita berinteraksi, aku sudah mulai terbiasa dan merasa nyaman saat bekomunikasi denganmu. Dan hari demi hari pun berlalu, dan kita menjadi lebih dekat meskipun belum pernah bertemu. Aku merasakan hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, entah perasaan apa ini. Rasanya bahagia dan senang saat berkomunikasi denganmu. Dan sebaliknya, rasanya sangat hampa dan kosong saat tidak berkomunikasi denganmu. Aku rasa, aku sudah jatuh cinta kepadamu. Sekarang aku hanya bisa berharap kita bisa segera di pertemukan, dan aku bisa mengatakan semua perasaan yang aku rasakan selama ini. Apapun jawabanmu nanti, aku tidak peduli. Karena tujuanku saat ini hanya kamu, perempuan yang bisa membuatku bahagia selain ibuku. Entah kamu terima atau menolaku, aku tidak peduli. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum bahagia. Karena itu adalah tujuan hidupku.