"If something is destined for you, never in million years it will be for somebody else"

Tapi bagaimana saat dua orang yang sebenarnya mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan untuk menjadi satu kembali membuat Tuhan harus kembali menggoyahkan niatan mereka untuk bersama karena Jarak?

Namun lain perkaranya saat mereka sengaja membentang jarak untuk menguji diri mereka sendiri, adakah kelak ada alasan untuk pergi jika hanya tentang jarak yang dipermasalahkan?

Mungkin berpikir untuk kembali menguji bagaimana nantinya takkan jadi masalah kan?
Tapi bagaimana di saat yang sama malah jadi ajang untuk pihak lain mencuri kesempatan?

Menjadi dewasa dalam hubungan (apapun itu) bisa mencari celah dimana sebenarnya kita bukan hanya berkaitan dengan 1 orang, yap..menjadikan Tuhan sebagai salah satu perantaramu bertemu dan dipisahkan dengannya takkan membuatmu risau.

Advertisement

Karena berpisah ataupun kembali dipertemukan dengan dia selalu ada alasan tersirat.

Pernahkah kita berpikir, sebenarnya kenapa kita takkan bisa pergi dari kehidupan orang lain dan tetap saja disana dengan segala masalahnya mungkin karena Tuhan tahu kemampuanmu "memperbaikinya"?

Hiduplah karena memang ada yang benar-benar dan sungguh-sungguh membutuhkanmu, menjadikan tiap doamu sebagai sumber kekuatannya. Kamu tak harus jadi apa-apa, kamupun tak harus meminta apapun karena itu.

Jika saja ketulusan bisa dibayar dengan benda dan harga, maka kita takkan bisa membalas ketulusan Tuhan mencintai kita dengan sangat baik karena itu kita mendekat pada Tuhan kita dengan cara-cara sederhana dan terus menerus karena pengabdian kita kan?

Sebesar apapun nantinya jarakku dan kamu, sekuat apapun kita menjauh dan jauh karena alasan lain selalu ada jalan Tuhan yang kita sama-sama takkan pernah tahu maksud dan tujuannya. Masihkah harus membentang Jarak (lagi)?