Sayang, tahukah kamu? Saat kamu sudah mulai mengabaikan perasaanku dan bertingkah seenaknya, di depanmu aku hanya bisa tersenyum. Aku berusaha untuk baik-baik saja demi menjaga hubungan kita, walaupun ujungnya kamu malah marah dan menuduhku marah padamu. Dan akhirnya, setiap kamu berbuat salah kamu mendahului memarahiku agar aku tak memiliki kesempatan untuk marah padamu. Padahal tanpa perlu kamu berlaku seperti itu aku pasti tetap berusaha untuk tidak marah padamu. Tapi rasanya wajar jika terkadang aku merasa kecewa saat aku merasa mulai ada perlakuanmu yang tidak enak padaku.

Adakah permintaanku yang memberatkanmu? Ketahuilah aku hanya ingin diakui olehmu. Aku hanya ingin kau menganggap aku ada. Setidaknya hargai perasaanku jika memang kamu masih ingin berada di bagian hidupku.

Kalaupun ternyata kamu masih ingin mencari yang lebih dariku, silahkan. Aku tak akan pernah melarangmu. Tapi 1 hal, selesaikanlah dulu hubunganmu denganku.

Sadarkah kamu? Saat ini sedikit demi sedikit semangatku untuk menujumu sudah mulai berkurang. Bukan karena aku mudah menyerah dan tidak mau memperjuangkan. Tapi aku sadar, aku harus lebih menyayangi diriku sendiri sebelum berlebihan menyayangi orang lain yang belum tentu hatinya tertuju padaku.

Tenang saja, aku tak akan mengungkit apa saja kebaikanku padamu yang mungkin membuatmu merasa tak tega meninggalkanku. Rasanya tidak adil saja jika kamu tetap tinggal disampingku hanya karena merasa takut kehilangan fans mungkin? Kehilangan orang yang menurutmu baik, mungkin.

Advertisement

Jangan merasa tak tega, jika memang kamu sudah merasa tidak nyaman bersamaku lebih baik disudahi saja.

Ya memang kita masih muda, untuk ke arah yang lebih serius mungkin masih memerlukan banyak waktu. Tapi tanpa terasa umur semakin berkurang, kita akan semakin bertambah dewasa. Aku tak ingin kamu atau aku membuang-buang waktu dengan menjalani hubungan yang sebenarnya tidak diinginkan.

Kalaupun harus berakhir, semoga suatu saat kita berdua bisa sama-sama menemukan pasangan yang tepat. Dan apabila semesta masih meng-aamiin ni kita, cobalah berubah, cobalah lebih peka dan hargai perasaanku. Bukan demi aku, tapi demi kita berdua…

Semoga kita segera menemukan titik terang…