Terletak di Lombok Nusa Tenggara Barat terdapat tiga pulau yang letaknya saling berdekatan di Kepulauan Gili yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Gili Trawangan merupakan destinasi yang wajib dikunjungi ketika berada di Lombok. Untuk melepas lelah setelah melihat keindahan Pulau Lombok dari ketinggian gunung Rinjani saya berniat untuk berkunjung ke Gili Trawangan yang sangat mempesona ini. Untuk menuju ke Gili Trawangan saya menyeberang dari Pelabuhan Bangsal yang terletak di kabupaten Lombok Utara dengan menggunakan kapal motor yang bisa memuat 20-30 orang, kurang lebih selama 45 menit menerjang ombak sampailah saya di Gili trawangan, untuk sekali penyebrangan dikenakan tarif Rp. 14.000,00.

Injakan kaki pertama dipasir yang putih dan halus disambut hirupikukan manusia dan saya bertanya kepada diri saya sendiri, ini saya enggak lagi di luar negeri kan? Ini tetap di Indonesiakan? Karena memang mayoritas pengunjung di sana adalah para bule-bule. Sambil menyusuri tepian pantai Gili Trawangan banyak cafe-cafe ataupun bar dengan memampang menu-menu andalan beserta harganya. Kaget sih iya yah, mayoritas harganya dibandrol dengan harga-harga dolar, atm pun disana juga terdapat bank-bank internasional, nah apa yang saya lakukan agar saya bisa menikmati pulau Gili Trawangan dengan harga backpacker banget tentunya mencari pedagang kaki lima untuk makan, yah meskipun jauh-jauh ke Gili Trawangan hanya membeli bakso tapi yang penting saya bisa makan bakso menghadap pantai yang sangat aduhay indahnya dengan birunya laut dan deburan ombak yang sangat ramah, untuk harga bakso disana SNI (Standart Nasional Indonesia) berkisar antara 10.000 rupiah – 15.000 rupiah, bayarnya pakai Dolar? Tenang bayarnya tetep pakai mata uang negara Indonesia kok.

Untuk bermalam disana tidak perlu bingung mendirikan tenda karena sudah banyak sekali hotel berbintang lima hingga hotel berkaki lima alias penginapan yang sesuai dengan kantong para backpacker.

Selanjutnya yang bikin saya kaget binti shocking ini pulau lumayan capek kalau kelilingnya pakai jogging dan kalau dilihat dari bangunan-bangunan disana sudah metropolitan banget tapi kendaraan yang beroperasi disana hanya sepeda onthel alias sepeda gowes sama cidomo saja. Cimodo mirip dengan andong, hanya saja ban yang digunakan menggunakan ban mobil. Sumpah, suwer deh ini pulau keren banget dijaman yang semodern ini dan yang saya kira saya sedang di luar negeri ketaatan menjaga lingkungan sangat tinggi banget. Di Gili Trawangan terdapat persewaan sepeda dan naik cimodo untuk mengelilingi pulau yang sangat asri ini. Tarif untuk menyewa sepeda dibandrol Rp. 50.000/hari sedangkan untuk menaiki cimodo dikenakan tarif Rp. 125.000,00 maximal di isi 3 orang. Banyak sekali ditemukan tempat-tempat persewaan sepeda disana, kita bisa bebas bersepeda dengan melihat pantai sambil menikmati semilirnya angin dan gak perlu takut tersesat karena kita bisa bebas bertanya kepada warga disana, keramahannya seakan menjadi kenyamanan untuk berlama-lama disana. Benar-benar salut deh, cocok banget buat kita-kita yang stres karena kemacetan, yang bosan dengan kebisingan kendaraan-kendaraan bermotor , yang frustasi karena skripsi atau yang uda capek nunggu jodoh (curcol). Kagak usah bingung juga untuk membeli oleh-oleh karena di Gili Trawangan terdapat pasar seni yang siap memanjakan mata untuk berbelanja. Tidak hanya itu, Gili Trawangan mempunyai exotica yang luar biasa didalam lautnya disana kita juga bisa snorkling atau diving dan di sana juga banyak persewaan alat-alat untuk menyelam. Keindahan terumbu karangnya dan ikan-ikan yang berlarian dibirunya laut seakan menawarkan bahwa Gili Trawangan memang wajib dikunjungi ketika ke Lombok.