Mungkin kita pernah bertanya-tanya tentang diri kita sendiri, kita mungkin pernah berkata dalam hati "SIAPA AKU?"

Sedikit bercerita, sahabat saya pernah menanyakan itu kepada diri saya berulang-ulang kali. Saya pernah bertanya terhadap diri saya, "Siapa saya dan untuk apa saya di sini". Saya pernah berkhayal bahwa saya bisa ngobrol sama Tuhan, bisa sharing dan curhat dengan Dia. Dan saya juga pernah membayangkan, bahwa aku bisa ngopi berdua denganNya, aku pernah bahkan sering melakukan pemikiran gila di luar batas, kenapa? Karena bagi saya berpikir gila bisa diartikan dalam kalimat berpikir atau memandang lebih luas ibarat anda di hamparan padang rumput, pastilah anda akan mengontrol mata anda sebaik mungkin agar anda mampu melihat keindahan padang rumput secara keseluruhan.

Seperti halnya Gus Dur, bagiku beliau seorang sangat gila dalam berpikir tapi sesungguhnya ia adalah orang sungguh – sungguh luar biasa. Saya pernah mempunyai pemikiran, "Kenapa manusia tidak diciptakan dalam satu setting-an yang sama, kenapa? Bukankah Tuhan akan sangat mudah untuk mengaturnya? Apa mungkin Tuhan tidak memiliki tombol otomatis di tanganNya? Tentulah kita memiliki banyak sekali pertanyaan yang harus diajukan kepada Dia Sang Maha Mengetahui.

Secara singkatnya, bukankah kita manusia adalah makhluk yang terkadang buta akan kebenaran, bukankah kita makhluk yang sering bingung, makhluk yang takut salah, makhluk yang sok benar, dan makhluk yang terkadang angkuh? Dan menurut saya, itu sesuatu hal yang wajar dan manusiawi, manusia sepenuhnya tidak ada yang baik tapi banyak manusia yang tenggelam dalam kebaikannya dan tidak melihat keburukannya dan bagi saya itu bukan baik karena bagi saya "manusia yang baik bukanlah manusia yang bisa selalu berbuat baik lebih tepatnya manusia baik akan lebih baik menilai dirinya sendiri lebih buruk dari orang lain".

Mungkin banyak dari kamu ingin sangat tahu siapa dirimu? Untuk apa kamu di sini? Bingung kebatinan, mata bagai buta walau semuanya bisa nampak. Saya akan menjelaskan siapa kamu, siapa aku, siapa saya, dan untuk siapa saya?

SIAPA AKU?

Advertisement

Aku adalah manusia. Aku adalah tunggal. Aku nyata dalam dunia. Aku bukan ilusi dalam nirwana. Seperti ini, saya akan menggunakan kata aku yang berarti aku itu adalah kamu. Aku ini adalah manusia yang telah diberi takdir sesuai porsiku. Aku menyadari jika di dalam tubuhku tak hanya aku, ada banyak yang Tuhan siapkan dalam tubuhku, aku berupa jiwa, roh dan segala sesuatu yang gaib.

Bagaimana anda menguasai diri anda jika anda sudah tahu bahwa tak hanya satu atau tunggal yang berkontribusi dalam diri anda? Hanya satu solusinya, berdamailah dengan diri anda atau berdamai dengan diri sendiri. Jalin hubungan baik dengan diri dan hati anda, tentu anda tidak sendirian. Mintalah bantuan kepada Tuhan agar Tuhan membantu anda dalam usaha berdamai dengan diri anda. Percayalah, Tuhan memiliki semuanya. Memang terdengar atau terlihat konyol ketika saya mengatakan "berdamai dengan diri sendiri" namun tak dapat dipungkiri, jika anda mampu untuk berdamai dengan diri sendiri anda akan dapat menguasai diri anda.

Menguasai hati anda, menemukan siapa sejatinya anda, selalulah anda merasa nyaman dalam lingkup lingkungan seburuk apapun karena ketika anda mampu mengontrol diri dan menguasai jalan pikiran, lingkungan buruk pun akan menjadi tempat nyaman untuk anda. Hal yang ditanyakan seperti pertanyaan "siapa aku" terkadang akan mencuat saat kita pesimis, merasa gagal, merasa terintimidasi, dan merasa terbelakang atas hak yang kita miliki. Percayalah bahwa anda tak sendirian, diri anda jauh lebih hebat dari apa yang anda pikirkan. Tinggal anda yang memilih terus usaha untuk berdamai dengan diri sendiri atau termenung dalam kesedihan, karena anda tidak tahu siapa diri anda sesungguhnya.

UNTUK SIAPA AKU ?

Untuk siapa aku? Saya jawab dengan sebuah pertanyaan "siapa kamu?" Saya membuat artikel dengan fase atau tahap yang sudah urut dan tertib. Jawaban dari pertanyaan itu mudah

"ANDA TIDAK AKAN BERGUNA UNTUK SIAPA PUN JIKA ANDA TIDAK KENAL DIRI ANDA SENDIRI, ANDA TIDAK BERMANFAAT UNTUK SIAPA PUN JIKA ANDA TIDAK BERMANFAAT UNTUK DIRI ANDA SENDIRI".

Hidup ini simple sebenarnya, hanya saja tafsiran yang membuat kita bingung seperti robot yang setiap bulan harus di upgrade. Ketenangan menjadi kunci utama anda dalam memperoleh kenyamanan, karena anda harus menyadari anda ini nyata dan anda ini ada. Jika anda tidak ada, anda tidak akan baca artikel ini, simple kan? karena saya sudah bilang hidup ini simple, rumit jika anda membaca artikel ini harus dengan berjalan ataupun harus pakai wifi, kenapa? Logika saja, ketika anda ingin membaca artikel saya dan anda harus pakai wifi temen, sambil jalan atau malah pakai hp temen, anda dapat menghitung sendiri berapa manusia yang anda beratkan.

Berapa orang yg udah nggak enak hati, semuanya rumit. Ini masalah dan menjadi tanggungan. Beda jika anda membaca artikel ini dengan koneksi internet sendiri, dengan hp sendiri dan pas jika anda sedang bersantai, anda memilih waktu yang tepat di antara kerumitan yang membelenggu anda. Dari situ, anda sudah bisa bermanfaat untuk diri anda sendiri, simple kan? Berdamailah dengan dirimu sendiri, kenalilah diri anda. Lewat itu anda akan diajarkan tentang kemandirian, kedewasaan, dan tentunya realistis.

Oke, mungkin itu sedikit yang dapat saya share ke teman-teman semua dan next di lain waktu, saya akan berbagi cerita dan pengalaman lagi. Silakan mengutip dengan menyertakan sumber. -Wahyu Prasetyo-