Hebatnya Tuhan dalam cerita kita.

Dia dengan anggunnya memberi jarak pada kita. Bukan untuk saling berpisah, namun untuk suatu kisah yang lebih indah. Karena semua yang terjadi biarlah sudah. Dan yang akan terjadi biarlah menjadi misteri. Hingga sampai saat ini aku masih dalam bentuk yang sama cintaku tak berujung. Meminta kembali pada Tuhan agar kasih yang lama pergi untuk kembali berkunjung.

Waktu pun berlalu dan hampir mendekati hari istimewamu di bulan September mendatang. Awalnya kupikir aku akan selalu dan bisa disampingmu hingga hari itu. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain. Dengan cara-Nya ia memberi ruang pada diri kita untuk sejenak istirahat dari aktivitas saling kabar larut malam untuk lebih mendekat pada-Nya di sepertiga malam.

Ku harap kau pun sadar dan kian lama rasa itu kian mekar. Ya, tak ada satupun niat Tuhan yang buruk untuk hamba-Nya. Kali ini aku harap dengan jalan yang diberikan oleh Sang Maha Cinta, kita dapat sejalan utuk mendekat pada-Nya sebelum raga kita saling mendekat dan membuat Dia murka. Tenang saja hatiku sudah kutitipkan pada Sang Maha Pemelihara yang terbaik. Hatiku masih menyimpan sketsa masa depan bersamamu. Tiap malam ku doakan agar semua itu menjadi nyata denganmu.

Untukmu yang agak ragu. Terlihat dari tingkah lakumu yang semakin bergantinya matahari malah semakin berbeda. Kau masih terjebak masa lalu dan aku masih kurang sempurna untuk masa depanmu. Tapi, ingatlah lagi janji kita saat itu karena kuyakin masa lalu saja dapat kau ingat apalagi janji-janji yang telah kau buat.

Advertisement

Dalam hal ini tidak ada yang salah di antara kita. Semua ini jalan dari-Nya untuk kita. Semua ini menimbulkan latihan kesabaran. Menimbulkan bentuk sejati kesetiaan. Memperlihatkan kuatnya perjauangan. Dan kita adalah yang sedang mengikuti ujian itu dari Tuhan. Kuharap kau pun berpikir demikian. Dalam pribadi yang sudah siap, yang sudah lebih hebat dari sebelumnya, yang diajarkan Tuhan bagaimana menjaga kemuliaan dalam cinta yang suci sesudah ada ikatan yang sah yaitu pernikahan.

Bagaimanapun juga kau adalah lelaki terbaikku. Tak tergantikan dan tak lekang oleh waktu. Ku tahu umurku memang tak setua fosil batu. Namun satu keinginanku, aku ingin menua bersamamu.