Kemarin, ku terima pesan singkat darimu.. Ku pikir hal yang membahagiakan, tapi malah justru hal buruk kau tuduhkan padaku sayang..

Masih teringat dengan jelas apa yang kamu katakan “Kalau kamu beneran sayang sama aku, jangan buat aku sengsara dengan kamu buat usahaku sepi dan bangkrut. Sama saja kamu tidak ingin orang yang kamu sayangi bahagia dengan oranglain.”

Seburuk itu kah seorang mantan yang berulang kali kau sakiti dan berulang kali tetap sabar dan mengikhlaskanmu?

Bertahun-tahun kamu mengenalku, bukan sekedar pacar, tapi dulu sebagai adikmu, mestinya kamu tahu banyak soal pribadiku ini..

Apa pernah aku mengarahkan kamu kepada hal yang buruk? Apa pernah aku tidak mengingatkan kamu untuk sholat, berdo’a dan bersyukur?Apa menurutmu aku perempuan bodoh yang ketika disakiti lalu main dukun?

Advertisement

Maaf sayang, aku punya Tuhan; Allah Sang Maha Pemberi Segala Rasa.. Soal rezeki itu diluar batas kemampuanku sayang. Jika sekarang rezekimu berkurang, bukan berarti aku yang membuat rezekimu sempit.. Tanyakan pada hati dan dirimu sendiri, sejauh apa kini kamu bersyukur pada Allah setelah bersama dengan dia??

Maaf jika pesan terakhirku di malam itu, malam perpisahan kita ketika kamu lebih memilih dia, membuat kamu mengira aku berbuat jahat kepadamu dan dia..

“Aku maafkan kamu, tapi aku mohon jangan lagi kau sakiti dan permainkan hati perempuan, apalagi perempuan itu anak yatim. Ketika Allah tidak ridho, Allah bisa saja cabut keberkahan yang ada pada dirimu sekarang.”

Maaf sayang, sebetulnya kata-kata itu adalah ungkapan sayang aku kepadamu.. Aku tidak ingin kamu terus-terusan melukai hati perempuan.. Kata orang KARMA itu ada, dan aku gak mau kamu menerima semua itu..

Semoga kamu menjadi hamba-Nya yang lebih baik lagi, meski tak lagi disisimu aku senantiasa berdoa yang baik untuk-Mu..

Dari Gadis Tegar Yang Berulang Kali Kau Sakiti Hatinya.