Anda sedang melamar pekerjaan ? atau sedang berpikir pindah, mencari pekerjaan baru?

Jika jawabannya "Ya" untuk dua pertanyaan tadi, mungkin saat ini Anda sedang atau akan mengalami proses seleksi sebuah perusahaan. Setiap perusahaan memiliki tahapan-tahapannyanya sendiri dalam proses seleksi karyawan, namun yang pasti proses Interview adalah tahapan yang akan Anda temui di setiap perusahaan.

Interview memang bukan hal yang sulit untuk dilakukan, namun tidak jarang kandidat gagal dalam melewati proses ini. Di luaran sana, ada banyak tips dan trik, modul, bahkan kiat-kiat atau contoh-contoh pertanyaan yang bakal muncul saat sesi interview. Pada dasarnya, tujuan interview ada berbagai macam sehingga metode interview akan ditentukan berdasarkan tujuannya. Namun pada intinya adalah, interview dalam proses seleksi karyawan selalu bertujuan untuk memastikan kandidat yang sedang diproses ini merupakan orang yang tepat bekerja di perusahaan tersebut atau tidak

Cliche memang, tapi demikianlah faktanya. Interview akan menggali siapa Anda, apa saja kemampuan Anda, apakah Anda merupakan orang yang tepat dengan perusahaan, dan mungkin akan memprediksi jika Anda diterima di perusahaan tersebut Anda akan bekerja sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

Lalu bagaimana cara agar bisa lolos tahapan Interview ?

Advertisement

Pelajarilah Perusahaan yang akan Anda lamar

Anda harus tau, Perusahaan apa yang sedang Anda lamar. Bagi beberapa orang, ketika melamar pekerjaan, mereka bisa mengirimkan lamaran kepada 5 perusahaan atau lebih agar meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan panggilan kerja. Tidak masalah jika Anda melakukan hal tersebut. Tapi pastikan bahwa Anda tidak lupa dengan nama-nama perusahaann yang Anda lamar.

Buat riset kecil tentang perusahaan tersebut. Pastikan Anda tau perusahaan yang Anda lamar ini bergerak di bidang apa, apa saja contoh produk-produknya, siapa pendirinya, sudah berapa tahun berdiri. Perusahaan akan sangat senang jika Anda cukup mengenal perusahaan yang Anda lamar tersebut. Ya, bayangkan saja, jika Anda sedang mendekati seorang gebetan, Anda pasti akan mencari informasi lebih banyak mengenai orang tersebut bukan ? Siapa dia, apa kesukaannya, kebiasaan-kebiasaannya dan lain-lain.

Perusahaan akan lebih menghargai kandidat yang meskipun tidak benar-benar tau, tapi mau melakukan usaha lebih untuk mencari tahu perusahaan apa yang sedang dilamarnya. Selain dapat menyenangkan hati Recruitor, saat Anda melakukan riset kecil mengenai perusahaan yang Anda lamar ini, Anda pasti akan mendapatkan berbagai macam informasi mengenai perusahaan tersebut.

Di internet tentu akan ada banyak informasi mengenai misalnya berapa range salary yang akan Anda terima, apakah managemen perusahaan ini cukup baik atau tidak, jam kerja di perusahaan, dan lain-lain. Jadi, sangat penting untuk mengenali Perusahaan yang Anda lamar.

Jujurlah pada diri Anda sendiri, apakah perusahaan yang Anda lamar ini memang sesuai dengan nilai-nilai pribadi Anda

Selain kemampuan dan skill untuk posisi yang Anda lamar, beberapa perusahaan juga mencari kandidat yang memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan budaya organisasinya. Misalnya, ada perusahaan yang memiliki budaya Kreatif dan Inovatif dan ada juga perusahaan yang memiliki budaya organisasi Integritas. Mengapa penting ? Kandidat yang memiliki nilai yang sama dengan nilai-nilai dalam budaya organisasi sebuah perusahaan tentu akan mendapat nilai lebih dibanding kandidat lain yang tidak memiliki nilai tersebut.

Jika misalnya, sebuah perusahaan memiliki budaya Kreatif dan Inovatif, maka perusahaan itu akan mereward karyawannya berdasarkan hal tersebut. Setiap pekerjaan Anda akan "dihargai" jika Anda menerapkan nilai kreatif dan inovatif. Perusahaan-perusahaan yang bisnis dasarnya adalah Teknologi misalnya, tentu membutuhkan karyawan yang kreatif dan inovatif untuk dapat mengembangkan bisnisnya, berbeda halnya dengan perusahaan yang bisnis utamanya adalah pelayanan (misalnya Hotel atau Rumah sakit) mereka akan lebih mementingkan kandidat yang ramah dan helpful.

Bagaimana Anda bisa tau mengenai nilai-nilai atau budaya organisasi sebuah perusahaan ? Anda bisa membaca di Company Profile khususnya dibagian Visi dan Misi perusahaan. Informasi ini biasanya tersedia di web perusahan tersebut. Jika Anda sudah cukup memahami hal ini, hal yang kemudian harus dilakukan adalah, jujur kepada diri Anda sendiri, Apakah Anda sesuai dengan budaya tersebut? Atau Anda bisa melatih diri Anda untuk bisa mengikuti budaya yang berlaku di perusahaan itu? Jika tidak, jangan paksakan diri Anda. Carilah perusahaan yang lebih sesuai dengan nilai dan minat Anda.

Pastikan posisi yang Anda lamar memang sesuai dengan kemampuan dan minat Anda

Ini kesalahan yang sering terjadi dan dilakukan oleh pencari kerja. Seringkali saat kita dalam situasi yang sangat membutuhkan pekerjaan, kita melamar posisi apapun agar bisa segera bekerja. Sayangnya, saat "kebetulan" kita diterima di posisi tersebut, kita tidak cukup tau atau cukup pengalaman dalam melakukan pekerjaan tersebut. Sebetulnya perusahaan tentu akan memilih mereka yang sudah memiliki kualifikasi skill dan pengalaman yang sesuai, namun ada beberapa peruahaan yang masih “bisa” menerima yang non pengalaman atau freshgraduate.

Nah, jika hal ini terjadi pada Anda, pastikan Anda paham betul apa job deskripsi pekerjaan tersebut. Apa saja yang akan menjadi tanggung jawab Anda ? Apa saja kemampuan yang perlu Anda miliki untuk bisa mengerjakan pekerjaan tersebut dengan baik ? Hal ini bisa Anda tanyakan kepada Interviewer saat anda melakukan sesi Interview, atau Anda bisa mencari informasi ini melalui Internet. Informasi yang paling akurat tentunya adalah yang didapatkan dari narasumber langsung.

Jangan sungkan menanyakan gambaran umum mengenai posisi pekerjaan yang Anda lamar, jika tidak yakin Anda bisa memulai dengan pertanyaan “Saya pernah mendapat informasi bahwa posisi Management Trainer adalah pekerjaan yang …, Apakah hal tersebut sesuai dengan berlaku di perusahaan ini?”

Mengapa informasi ini penting ? Hal ini akan sangat membantu Anda untuk bekerja dengan baik. Mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai dengan minat dan kemampuan adalah hal yang sangat menyiksa. Anda hanya akan menunggu waktu 9 to 5 setiap hari, jadi dari pada mengalami hal tersebut pastikan apa yang Anda kerjakan adalah apa yang Anda sukai.

Jika Anda ditolak diperusahaan tersebut, jangan sungkan untuk bertanya mengapa Anda tidak lolos

Ada beberapa perusahaan yang tidak menginformasikan saat kita tidak lolos dalam tahap rekrutmen. Jika sudah lebih dari seminggu Anda tidak mendapat kabar dari perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan, jangan sungkan untuk melakukan konfirmasi.

Mengapa ini penting ? Selain bisa memastikan proses rekrutmen yang Anda sedang jalani, Anda bisa meminta feedback kepada perusahaan tersebut, apa alasan Anda tidak diterima. Sering kali perusahaan hanya akan menyampaikan bahwa Anda tidak lolos interview atau psikotes, namun Anda bisa menggali lebih dalam kepada Rekruitor mengenai hal tersebut.

Jangan sungkan menanyakan, jika dalam psikotes saya tidak lulus, faktor apa saja yang perlu saya tingkatkan untuk perbaikan diri ? Atau jika alasannya adalah tidak lolos interview dengan Manager, Anda boleh mengajukan pertanyaan “Apakah Manager menyampaikan hal-hal apa saja yang masih menjadi pertimbangan beliau kepada saya?”

Bagi beberapa kandidat, setelah ditolak di suatu perusahan biasanya kandidat akan segera beralih kepada perusahaan lain yang membuka peluang lebih. Namun sebenarnya, jangan sungkan untuk menjalin relasi yang baik dengan Recruitor Perusahaan yang pernah menolak Anda. Kenapa ? Jika di kemudian hari ada kesempatan baru, atau ada posisi yang lebih baik dari yang kemarin Anda lamar, Anda bisa mendapatkan informasi lebih cepat. Percaya deh, kalau sebenarnya perusahaan lebih membutuhkan karyawan dari pada karyawan yang membutuhkan pekerjaan. Lowongan pekerjaan akan ada banyak di luar sana, namun kandidat yang sesuai dengan harapan perusahaan tentu jumlahnya tidak banyak.

Upgrade Kemampuan Anda!

Ini yang paling penting dari semuanya. Saat Anda tidak lolos Interview di suatu perusahaan, jangan lelah untuk meningkatkan kemampuan Anda. Sebaiknya, setiap tahun kita punya target kemampuan yang harus diupgrade. Galilah potensi Anda sedalam-dalamnya, bukalah pikiran Anda selebar-lebarnya. Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali, dan waktu tidak akan pernah terulang bukan? Jika di suatu kesempatan Anda ditolak disebuah perusahaan, apakah berarti Anda memang tidak layak berkerja di sana seterusnya ? Tentu tidak !.

Jika Anda selalu meningkatkan kemampuan diri Anda, tentu kesempatan akan lebih terbuka lebar. Jika kemampuan Anda lebih baik tiap tahunnya, tentu sekarang giliran Anda yang memilih akan bekerja di perusahaan mana yang Anda maui bukan ? Lalu bagaimana caranya ? Hal yang paling sederhana adalah dengan mencari tau hal apa yang Anda sukai. Jika Anda menyukai suatu hal, apakah Anda cukup menguasai hal tersebut ? Apakah menurut Anda, Anda melakukan hal tersebut jauh lebih baik dibandingkan orang lain.

Misalnya, jika Anda senang memasak Nasi Kuning, apakah Nasi Kuning yang Anda buat adalah Nasi Kuning terenak di kota Anda? Atau minimal, jika Anda open order untuk pemesanan Nasi Kuning, kira-kira akan ada berapa orang yang tertarik membelinya? Tantang diri Anda sendiri dengan target yang jelas, spesifik dan terukur. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk fokus menggali kemampuan diri Anda.

Jadi, sebenarnya Interview bukan sebuah "momok" yang harus dikhawatirkan. Galilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan yang Anda sedang lamar. Persiapan yang baik akan membantu Anda lebih tenang menghadapi sesi Interview.

Sukses !!