Dunia perkuliahan adalah masa-masa yang akan sangat menentukan masa depan kita. Semua hal di masa depan akan ditentukan di sini dengan segala macam dinamika yang terjadi entah itu konflik atau lainnya serta konsekuensi yang muncul setelahnya.

Semua orang pastilah memiliki angan-angan indah tentang masa depan dan alangkah indahnya lagi kalau untuk mencapai masa depan itu dicapai dengan prestasi-prestasi gemilang dan mampu mendedikasikan ilmunya untuk nusa, bangsa, dan agama. Sehingga untuk mencapai semua prestasi itu sudah menjadi suatu keharusan untuk memulainya dari detik yang paling awal ketika pertama kali menjadi seorang mahasiswa.

Saya sangat apresiasi dengan mereka yang berprestasi di kampus dan terlibat di organisasi dalam atau luar kampus, mereka tidak begitu memikirkan IPK, yang terpenting mereka melaksanakan kewajiban mereka seperti Absensi cukup, mengerjakan tugas, ikut semua ujian, setidaknya itu cukup. Beberapa mereka mencoba untuk keluar dari Comfort Zone (Zona Nyaman) mereka.

Seperti mengikuti kompetisi, perlombaan dan juga ikut mewakili atau delegasi kampus mereka dalam forum,konferensi, camp, pertukaran pelajar dan banyak lagi. Dari itu semua yang mereka ikuti, tentu itu akan membantu mereka kedepannya nanti. Kenapa tidak ? secara tidak langsung mereka telah mendapatkan Networking, Knowlege, Exsperience dan juga Softskill yang pasti di butuhkan dalam dunia kerja.

Buktinya banyak diantara mereka menemukan kesuksesan walau masih duduk di bangku kuliah, seperti menjadi seorang CEO Startup, pembicara, Inisiator Gerakan/Proyek dan pendiri NGO/Komunitas. Mereka bisa langsung membuktikan apa yang mereka dapatkan, tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tapi bisa bermanfaat bagi lingkungan mereka.

Advertisement

Coba kita lihat dari beberapa mereka yang hanya menghabiskan waktunya hanya kuliah saja,mahasiswa Kupu-kupu (Kuliah pulang), hanya mengejar IPK tinggi untuk mendapatkan pujian di Facebook dan tetangga di kampung. Tidak ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan, Cuma sayang saja seorang yang namanya agen of change hanya menghabiskan masa muda untuk itu saja. Jadi jangan heran ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka akan terasa asing. Kenapa ? karena tidak mampu bersosialisasi dengan baik dan tidak tahu apa-apa.

Kita bisa ambil contoh dari beberapa orang sukses seperti Steve Jobs yang memutuskan keluar dari pendidikannya dan memilih menciptakan Apple bersama temannya, Bill Gates pencipta Microsoft yang mendapatkan gelar “Harvard’s Most Successful Dropout” atau orang terdropout yang sukses.

Saya bisa tegaskan, untuk mendapatkan IPK tinggi itu sangat mudah, kenapa sangat mudah, mahasiswa hanya harus melakukan hal yang sangat sederhana, dengan menuruti dosen. Kalau bisa lebih dari yang mereka minta. Dosen suruh buat makalah, buatlah 3 makalah, Dosen minta anda presentasi, berkhutbah lah, Dosen minta anda rajin kuliah, berangkatlah ke kampus pagi-pagi dengan tentengan buku yang banyak. Tapi jika terlalu sibuk menuruti keinginan dosen, anda justru tidak akan mampu menuruti keinginan anda dan tidak bisa mengembangkan diri anda.

Terakhir, tentu saya sangat senang apabila prestasi anda di kampus sangat baik, termasuk IPK anda tinggi, tapi juga integritas anda terjaga, kemampuan komunikasi anda juga baik, human relation dan networking anda juga baik dan banyak, semangat dan keras menyala terus, kemampuan kerjasama dan kepemimpinan anda juga bagus.

Tapi yang hebat seperti itu jarang, namun jangan meleset semuanya. Setidaknya meski IPK rendah, integritas dan semangat anda terjaga baik, disertai do'a dan tetap santun. Jangan cemas untuk ber IPK rendah, karena perusahaan sekalas Google tidak mengisyaratkan untuk ber IPK tinggi.