Hallo gaes! Ini ceritaku dan pengalaman pertamaku menginjakkan kaki di tanah Pulau Sumatera. Di Bandar Lampung lah saya mulai merasakan euforia khas Melayu. Ada salah satu saudara saya yang merantau di kota Bandar Lampung dan saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkeliling melihat suasana kota Bandar Lampung. Yap, kota Bandar Lampung adalah sebuah kota di Indonesia sekaligus ibu kota dan kota terbesar di provinsi Lampung. Secara geografis, kota ini menjadi pintu gerbang utama pulau Sumatera, tepatnya kurang lebih 165 km sebelah barat laut Jakarta, memiliki andil penting dalam jalur transportasi darat dan aktivitas pendistribusian logistik dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya.

Salah satu ciri khas jika kita berada di Lampung adalah simbol Siger. Siger adalah mahkota pengantin wanita Lampung yang berbentuk segitiga, berwarna emas dan biasanya memiliki cabang atau lekuk berjumlah sembilan atau tujuh. Siger adalah benda yang sangat umum di Lampung dan merupakan simbol khas daerah ini. Siger dibuat dari lempengan tembaga, kuningan, atau logam lain yang dicat dengan warna emas. Simbol siger bisa ditemukan di hampir semua tempat di provinsi ini. Saat ini simbol siger telah diaplikasikan dalam berbagai bentuk. Simbol siger, baik dalam gambar maupun 3 dimensi bisa ditemukan dalam bentuk Tugu, Menara, gapura, ornamen rumah, ruko, pagar rumah, sampai dalam bentuk aksesoris.

Selain itu, simbolisasi siger bisa kita temukan pada logo provinsi, kabupaten, kota, instansi pemerintahan, institusi, perusahaan, organisasi yang ada di Provinsi Lampung. Menara Siger ini menjadi ikon khas Provinsi Lampung dan berada tepat titik 0 km Pulau Sumatera. Gaes tak seperti pulau Jawa, pulau Sumatera memang identik dengan daerahnya yang tak sepadat penduduknya seperti di pulau Jawa. Maka, tak jarang kita melihat banyak tanah lapang serta bukit yang ditanami pepohonan ketika kita akan menuju pusat kotanya. Tanah Sumatera tidaklah terlalu subur dibandingkan dengan tanah Jawa. Karna letaknya yang tak jauh dengan laut, suhu udara yang ada di Lampung cukup membuat badan cepat terasa gerah. Tapi jangan cemas gaes, karna mata kita akan dimanjakan dengan indahnya panorama pesisir pantai yang bisa kita nikmati dalam perjalanan menuju kota Bandar Lampung. Salah satunya adalah Pantai Pasir Putih. Sekilas kita dapat melihat Pantai Pasir Putih yang cukup membuat mata tak jenuh untuk memandanginya. Boleh juga gaes kalau kalian membawa kendaraan pribadi, bisa sempatkan waktu berkunjung ke Pantai Pasir Putih. Tujuan saya selanjutnya adalah menuju Way Halim yang merupakan tempat yang ramai dan wajib dikunjungi, mengapa saya bilang begitu, begini gaes jika mau mencari dan membeli sesuatu, ke pasar way halim saja gaes di sana lengkap dan harganya pun cukup murah. Di sini kalian bisa menemukan pusat penjualan pakaian dan makanan yang berada di pasar baru lapangan parkir pasar way halim dan aneka penjualan lainnya seperti layaknya pasar tradisional lainnya.

Lanjut ke wilayah lain di Bandar Lampung yuk gaes. Berbicara mengenai kulinernya kalian bisa bengunjungi kawasan Teluk Betung utara yaitu, sebuah kecamatan di pusat Kota Bandar Lampung. Kecamatan ini merupakan kecamatan yang cukup padat. Salah satu kelurahannya adalah kel. Sumur Putri. Kelurahan ini dilewati jalan protokol ibu kota, yaitu Jalan Robert Wolter Monginsidi yang merupakan jalan utama di kota Bandar Lampung. Di jalan raya ini merupakan pusat pertokoan, ruko, panglong kayu, jasa fotokopi serta beberapa restoran. Maka tidak heran, bila kecamatan ini berkembang pesat seiring dengan pesatnya kegiatan perekonomian di pusat kota. Kuliner yang bisa dicoba adalah Bakso Son Haji. Daging bakso yang digunakan, kenyal dan lezat. Kuah baksonya yang segar dan enak menambah cita rasa bakso ini. Jika kalian tertarik mencicipi, langsung saja datang ke gerai Bakso Son Haji pusat di Jalan Robert Wolter Monginsidi. Ada lagi gaes kuliner unik yang bisa dijumpai di kota Bandar Lampung. Kuliner yang tidak begitu berat, yang bisa kalian nikmati sambil santai berbincang bersama teman atau pun keluarga. Pasti kalian yang dari Bandung gak asing kan dengan kuliner khas Bandung ini, yups soerabi. Kalian bisa banget gaes, menikmati berbagai macam menu soerabi khas Bandung di kota Bandar Lampung. Letaknya yang starategis membuat Soerabi Enhaii selalu ramai di sore hingga malam hari. Jadi gaes, tertarik dan penasaran dengan rasa varian soerabi ini? langsung datang saja ke Jalan Zainal Abidin Pagar Alam No. 1, Bandar Lampung.

Oke gaes, ada lagi nih yang unik di Bandar Lampung. Kali ini saya mau cerita tentang ikon kota lampung yang lain, yaitu Tugu Gajah. Tugu gajah ini sebenarnya adalah Tugu Adipura. Tugu yang dibangun untuk mengingat penghargaan Adipura yang diberikan kepada kota Bandar Lampung sebagai kota besar terbersih tahun 1995. Pemerintah kota Bandar Lampung membuat tugu ini dengan saaangat cantik. Tingginya sekitar 30 meter dan dibangun di tengah-tengah kota. Jadi kalau kita melewati pusat kota Bandar Lampung, kita pasti akan melihat tugu ini tepat di tengah-tengah jalan raya. Lokasinya ada di perempatan jalan Raden Inten, jalan Pangeran Diponegoro, jalan jenderal Sudirman dan jalan Jendral Ahmad Yani. Ciri khas tugu ini adalah adanya empat patung gajah yang menginjak bola. Katanya, patung gajah ini dibuat sebagai representasi kekayaan fauna dan menjadi simbol Provinsi Lampung yaitu provinsi yang pertama kali mempopulerkan sepak bola gajah dari Taman Nasional Way Kambas. Hiasan yang ada di tugu ini adalah lampu hias dan air mancurnya. Air mancurnya dikelilingi oleh kain tapis yang merupakan kain khas provinsi Lampung. Selain itu, cahaya lampu yang berasal dari billboard disekeliling tugu menambah kecantikan tempat ini di malam hari. Tugu ini jadi salah satu tempat favorit warga Lampung. Di sekeliling tugu, sambil duduk-duduk kita bisa membeli makanan kecil yang banyak dijajakan di sana. Mulai dari kacang rebus, jagung rebus, sampai minuman seperti es dawet dan bandrek. Jika kalian di Bandar lampung, cobain deh ke tugu ini saat malam hari. Gak bakal nyesel gaes!

Advertisement

Gaes, jangan heran ya kalau banyak sekali daerah di Lampung yang memiliki nama tempat yang sama persis dengan daerah di Pulau Jawa. Siapa sangka ternyata Lampung tempat pertama transmigrasi. Masyarakat Jawa yang bermukim di Lampung tentu berasal dari berbagai daerah yang berbeda di Pulau Jawa yang memiliki ke khasan dialek dan kosakata yang tidak sama. Akan tetapi masyarakat Jawa di Lampung mayoritas menggunakan bahasa Jawa yang familiar digunakan di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kabarnya jika kalian mengunjungi pasar tradisional Pringsewu para penjual menjajakan dagangannya dengan bahasa jawa yang sangat khas begitupun pembelinya yang hampir semuanya berbahasa Jawa, sehingga kalian akan merasakan atmosfir pasar tradisional di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Jika kalian masih penasaran gaes, sejarah pertama kali suku Jawa yang menginjakkan kaki di Lampung, kalian wajib datang ke Museum Nasional Ketransmigrasian. Museum nasional ini berisi dokumentasi catatan sejarah tentang keberhasilan proses transmigrasi di Indonesia. Tiket masuknya kalian hanya dikenakan biaya sukarela saja. Terletak di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Koleksi di dalam museum ini diantaranya adalah alat pertukangan, alat rumah tangga, alat pertanian, peralatan dapur, alat kesenian, alat penangkap ikan, foto-foto dokumentasi, pakaian adat dan musik. Seluas 63 hektare dan terdapat 3 lantai, museum ini juga terdapat kolam renang, sentra kerajinan, panggung terbuka, 10 anjungan rumah adat dari daerah asal transmigran, perpustakaan, mushola, tempat parkir, lapangan, areal persawahan, dan masih banyak lagi. Jadi, kalian para generasi muda jangan lewatkan berkunjung ke sini ya, karna ini adalah salah satu tempat yang tepat buat kalian gaes untuk menggali pengetahuan mengenai sejarah ketrasmigrasian di Indonesia.

Masih di wilayah Pesawaran, saya menyempatkan diri untuk singgah di “Pantai Klara” yang berada di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran Lampung. Hanya dibutuhkan waktu kurang dari 1 (satu) jam menggunakan kendaraan pribadi, jika dari arah Teluk Betung menuju pantai yang dipenuhi pohon kelapa ini. Tiket masuk per orang Rp10.000. Kenapa Pantai ini dinamakan klara? konon di pantai ini dulu banyak berjejer pohon kelapa yang rapat di pinggiran pantai, sehingga dinamakan pantai klara (kelapa rapat). Ini dia keistimewaan lain dari pantai ini gaes, pantai ini menyajikan panorama yang indah, dengan hamparan pasir putih serta air laut jernih yang menjadi daya tarik tersendiri. Iringan pohon kelapa dan jajaran bukit nan indah pun menjadi pelengkap yang menambah pesona pantai ini. Karena letaknya yang berada di Teluk, maka air laut di pantai ini cukup tenang sehingga menghadirkan suasana damai. Ditambah lagi jumlah pengunjung yang belum terlalu banyak. Fasilitas yang tersedia di area pantai ini, yaitu adanya fasilitas MCK, warung-warung yang menyediakan makanan ringan dan minuman, serta deretan saung-saung yang menghadap ke laut. Jika berniat ingin bermain snorkling di pulau-pulau terdekat seperti Pulau Klagian dan pulau-pulau di sekitar Pantai Klara, di sini juga terdapat dermaga penyebrangan loh. Bagi kamu yang ingin menikmati indahnya bersantai bersama keluarga atau teman-teman barangkali, kamu dapat menyewa pondok di sini. Gaes ingat yah, kebersihan adalah sebagian dari iman. Jadi tetap jaga lah lingkungan alam, jangan kotori dengan sampah yang bertebaran… setuju gaes?

Malam terakhir saya menikmati pemandangan kota di Teluk Betung pada malam hari. Indah nya gaes! Serasa melihat jutaan bintang yang bertebaran. Malam itu adalah malam terakhir saya berada di Bandar Lampung. Selama Lima hari saya menghabiskan waktu berkeliling melihat suasana kota Bandar Lampung, menikmati kulinernya, dan berwisata ke tempat-tempat yang manarik untuk dikunjungi. Rasanya tidak afdol ya gaes, pulang kembali ke tempat kelahiran kota tercinta Yogyakarta tanpa membawa oleh-oleh dari tanah Sumatera. Makanan khas Lampung sebenarnya ada banyak sekali, mulai dari makanan basah hingga kue-kue kering dan jajanan ringan yang banyak dijajakan di pinggir jalan.

Nah, oleh-oleh khas Lampung yang recommended untuk dijadikan buah tangan adalah Keripik Pisang, Keripik Nangka, Lempok Durian, Kemplang hingga Kopi Lampung. Yup! selain makanan hal yang melekat erat dengan tanah Lampung adalah KOPI. Masyarakat Lampung terutama Lampung bagian barat turun-termurun telah menanam kopi. Hingga saat ini Lampung menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di nusantara. Jadi jika ingat makanan khas lampung, tidak pas rasanya jika tidak ingat pelengkapnya "kopi lampung". Jika kamu gaes yang suka dengan manisan atau sambal khas Lampung bisa juga berburu oleh-oleh tersebut di kawasan Telukbetung. Di sana berjejer pusat toko oleh-oleh yang juga cukup lengkap. I'm hope, can coming and explore to adventure in Sumatera Island again, aamiin. #IniPlesirku