Kadang kala mencintai mu itu indah seperti sunrise, namun ada kala nya mencintai mu pun sakit bagai awan hitam lebam menyisakan tangis saat matahari mulai memancarkan senyum indah nya. Aku tak pernah mengerti apa yang terjadi dengan kita, hah jelas nya terjadi pada kamu. Aku tak pernah tau jika dirimu mencintaiku hanya karena keterpaksaan, ada luka yang saat menganga saat aku tau perkara kejadian itu.

Dimana kamu memilih DIA perempuan yang hadir lebih dulu di banding aku. Sakit? Memang sakit. Tapi untuk apa aku terus berusaha memperjuangkan kamu? Sementara kamu memilih perempuan lain untuk sandaran lelah mu? Sayang, berjuang sendiri itu lebih sakit. Sayang mungkin sunrise indah ku akan selalu hadir setiap hari ku, akan selalu menghangatkan semua manusia di bumi ini, tapi maaf sayang aku tak bisa lagi menutup hari seperti senja yang akan membawa mu menjadi tumbuh dewasa. Maaf kan aku selalu sayang jika terbenam nya senja ini, terbenam nya sunset ini penuh dengan luka menganga. Tapi, bukan kah lebih dulu kamu yang membuat hatiku lebam ? ah sayang itu bukan perkara yang mesti kita perdebatkan.

Tak ada yg menang dalam hubungan ini, aku menyerah bukan aku kalah, aku menyerah hanya untuk melihat terbenam nya sunset di pelupuk matamu sayang.Kamu boleh jadi membenci ku, membenci semua perasaan yang telah hadir . Kamu boleh jadi mengelak semua takdir yang pernah ada, tapi satu hal kamu nggak bisa melupakan bahkan membuang semua memori yang pernah kita buat dulu. dan untuk mu perempuan yang sedang di cintai oleh lelaki ku, semoga kalian bahagia.

dari gadis pengagum senja serta dirimu.