Assalamualaikum wr wb

Teruntuk Bapak yang dirahmati Allah.

Sebelumnya, perkenalkan Ananda adalah pria asing yang telah lancang mencintai putri Bapak. Buah hati yang telah Bapak asuh dan didik hingga menjadi pribadi yang anggun dan bersahaja. Seorang wanita sholehah yang dibesarkan di tengah keluarga harmonis yang Bapak pimpin.

Wahai Bapak dari wanita yang aku cintai.

Dengan segala keterbatasan yang Ananda miliki, maafkanlah kelancangan Ananda untuk meminta keputusanmu. Untuk merestui putrimu bersanding dengan Ananda.

Advertisement

Bapak, Ananda bukanlah seorang lulusan kedokteran yang nampak gagah dengan jas putihnya yang selalu terlihat bersinar. Seorang dokter yang mampu mengobati putrimu dikala sakit.

Ananda hanyalah seorang STP, yang berjas laboratorium tanpa stetoskop. Seorang sarjana lulusan teknologi pertanian yang berjanji kepadamu untuk menjaga asupan gizi dan keamanan dari makanan yang putrimu konsumsi. Menghindarkan putrimu dari penyakit. Bukankah mencegah itu lebih baik dari mengobati?

Bapak, Ananda bukan pula seorang lulusan teknik yang memahami mesin-mesin raksasa yang rumit. Seorang insinyur yang kuat untuk membangun ratusan gedung, jembatan, ataupun sebuah kota sekalipun.

Ananda hanyalah seorang STP, yang setiap hari belajar kesabaran dan ketekunan bersama mikrobia yang bahkan tidak nampak. Seorang sarjana lulusan teknologi pertanian yang akan dengan sabar memahami kerumitan hati seorang wanita, yaitu anakmu. Ketekunan untuk perlahan membangun sebuah bangunan saja, yaitu bahtera rumah tangga kami.

Bapak, apalah arti Ananda dibandingkan dengan sarjana-sarjana jurusan Ekonomi, yang mampu memberikan jaminan harta yang berlimpah.

Ananda hanyalah seorang STP, yang bekerja di industri makanan, sambil sesekali mencari penghasilan lain dari UMKM yang Ananda rintis. Ananda akan berdoa dan bekerja dengan ikhlas untuk memberinya rezeki yang halal dan berkah.

Wahai Bapak yang penuh dengan kebijaksanaan. Inilah Ananda, pria yang akan terus berjuang memantaskan diri untuk putrimu.

Izinkan Ananda menjadi ahli gizi bagi putrimu. Mewujudkan kemandirian pangan dan keamanan pangan di dapur kecil kami. Sehingga kedaulatan pangan bisa tercapai dimulai dari gubuk kami.

Izinkan Ananda menjadi media tumbuh bagi cucumu. Seperti media DRBC yang memberikan nutrisi untuk tumbuh kembang jamur. Sehingga tidak akan ada cucumu yang menderita kekurangan gizi.

Izinkan Ananda menjadi sebuah pabrik kecil di keluarga besar Bapak. Pabrik yang akan menempa baik secara mental maupun pemikiran. Sehingga generasi yang lahir dari pabrik kecil ini akan memiliki nilai tambah yang besar dan mampu memajukan Indonesia.

Terakhir,

Izinkan Ananda menjadi seorang pendamping dari putrimu. Bukan untuk merebutnya darimu. Namun senantiasa membimbingnya untuk selalu berbakti kepadamu. Karena bagaimanapun juga, Bapak adalah Pria yang paling berharga di hidupnya.

Wassalamualaikum wr wb