Surat ini kusimpan dulu. Semoga suatu saat kau menemukannya. Jika yang tersisa hanya cinta. Meski sekian kali mencoba membenci. Menghindar dan melupakan rasa. Mengubur asa untuk sekedar diterima. Jika yang selalu muncul adalah rindu. Meski sekian kali salah paham tak terhindarkan. Kopi, sepeda, si biru, kacamata, dirimu di dalamnya
atau mereka yang menyertaimu.

Maaf, aku bertanya kembali, sebelum musim itu tiba. Dan kau kembali dengan mereka, adakah aku dalam kans kehidupanmu? Seperti martabak dengan 3 telur bebek atau mie dengan telur mata sapi. Jika memang tidak ada, jika memang hanya martabak 1 telur bebek atau mie polos, akankah kita kembali seperti dulu?

Setidaknya tak ada sungkan untuk bercanda, tak ada curiga berlebih, tak ada rasa nyinyir. Yang ada hanya kehangatan. Itu cukup.