Long time no see, opa. Opa? Iya itu panggilanku untuk ayahku. Suatu malam ia datang mengunjungiku lewat mimpi. Rindu padaku ayah? Hey, aku pun sangat rindu, rindu yang teramat sangat. Taukah kalian bagaimana rasanya rindu pada orang yang tak bisa lagi ditemui? itu menyakitkan dan begitulah kira kira yang aku rasakan saat terbangun pagi itu. Aku semacam merindukan sosoknya, merindukan dia menuntunku ttg masa depan, merindukan caranya berucap dan terutama merindukan masa kecilku yang dipenuhi dengan perlindungan dan cinta kasihnya.

Sudah hampir 4 tahun ia pergi, ayahku tercinta pergi bertemu Sang Pencipta di surga sana. Aku tau ia bahagia, maafkan aku yang msh juga merindukan kehadirannya tapi aku benar benar membutuhkanmu ayah, banyak hal terjadi setelah kepergianmu, banyak hal yang tidak lagi sama dan banyak hal yang sebenarnya ingin kubagikan. Hingga saat itu tiba, tuntunlah aku dari atas sana untuk menggenapi janjiku padamu.

Ayah, ingatlah bahwa jika kelak seorang lelaki lain datang di hidupku, engkau tetaplah yang terutama dan tidak akan terganti. Aku mencintaimu selalu.

Tertanda,

Putri kecil yang merindukanmu