Kamu apa kabar, mas ?

Aku merindukanmu.

Aku masih di sini menunggumu kembali, mas. Menghempaskan sepi tanpa ada kamu yang menggenggam tanganku. Menepis semua isu negative tentang kita yang tengah menjalani LDR. Kamu tau apa yang membuatku bertahan sampai sejauh ini, mas ? karena aku merasa kamu adalah lelaki yang tepat untuk menutupi kekuranganku. Karena aku yakin ketika kamu mengatakan akan menikahiku, kamu pasti akan mempertanggungjawabkannya.

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu, mas. Tentang rasa cintaku yang tidak pernah bisa termakan oleh jarak dan waktu. Tentang rindu dan kegalauan yang menyatu ketika kamu menghilang tanpa kabar. Dan bahagianya aku ketika akhirnya kamu menghubungiku. Aku bisa menikmati suaramu yang khas, perhatianmu yang hangat, dan tulusnya perasaanmu. Meskipun itu melalui media genggam, aku sangat bahagia.

Pernah suatu malam seorang teman meramal hubungan kita. Katanya kamu punya perempuan lain di seberang sana. Perempuan itu bukan sekedar teman untukmu, mungkin lebih dari itu. Aku menggalau, mas. Ada ketakutan luar biasa yang tiba-tiba datang. Aku takut kalau apa yang dikatakan temanku itu benar adanya.

Advertisement

Ada satu hal yang harus kamu tau, mas. Tidak usah khawatir dengan kesetiaanku. Karena meskipun aku percaya dengan apapun yang orang lain katakan dan prasangka buruk yang berkeliaran di fikiranku tentangmu yang jauh di sana, tapi batinku selalu menentangnya. Bagai minyak yang menolak bersatu dengan air, seperti itulah batinku yang menolak sejalan dengan fikiranku. Aku mempercayaimu lebih dari siapapun, mas.

Mas, bukannya aku sok cantik dan sok pamer. Tapi kenyataannya memang ada beberapa lelaki di luar sana yang mendekatiku dan menjanjikan hal-hal indah yang diimpikan oleh semua perempuan di dunia ini. Jika itu perempuan lain, mungkin mereka akan menerimanya dengan bahagia dan melepaskan janji yang belum ada kepastiannya. Tapi aku berbeda, mas. Aku sudah memilihmu, dan akan tetap begitu sampai sang Khaliq sendiri yang memutuskan segalanya untuk kita.

Mas…

Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, selama kamu juga tidak akan pernah meninggalkanku.

Aku akan selalu bersabar menunggumu, sampai akhirnya nanti aku menjadi yang halal untukmu.

Cepat kembali, mas. Aku merindukanmu :’)