Hai apa kabar kamu?

Bahagiakah kamu di sana?

Dapat tersenyumkah kamu bersama dia?

Ingatkah kamu denganku?

Aku yang pernah berlalu di hidupmu, aku yang memintamu untuk selalu tersenyum, aku yang pernah bahagia karenamu, aku yang pernah menjadi orang pertama segala keluh kesahmu. Aku yang pernah selalu di hari-harimu. Aku yang menemanimu sedari kamu diangka nol. Aku yang pernah mendukungmu di kala kamu terpuruk. Aku yang pernah mengajakmu untuk bangkit. Aku yang menjadi penyemangatmu meskipun kamu lelah.

Aku yang pernah mencintaimu dan menyayangimu. Aku lah rumahmu, yang kau singgahi dalam suka maupun duka.

Kamu sedang apa?

Dapat tersenyumkah kamu bersama dia?

Kamu yang dulu menjadi pelindungku. Kamu yang dulu memperhatikanku. Kamu yang dulu membuatku jatuh, jatuh akan indahnya cinta. Kamu yang dulu selalu membuat hatiku berdegup kencang. Kamu yang selalu menumbuhkan tawa dan bahagia. Kamu yang dulu mengejarku dengan segala caramu. Kamu yang dulu menjadi tempat untuk menabung segala rindu. Kamu yang dulu pernah mencuri hatiku. Kamu yang mampu mengalihkan duniaku.

Advertisement

Kamu yang pernah mengukir luka, mendatangkan kecewa, membuat hatiku mendung, air mata yang menguras emosi yang tak terbendung. Kamulah masa remajaku.

Ya begitulah kamu!

Kamu yang pernah singgah dihatiku; sekarang bukan kamu-ku lagi

Aku sadar, aku yang sekarang adalah sekeping masa lalumu. Sekarang kamu punya mozaik cinta sesudah aku. Andai saja hatiku bisa bersuara dan mengajakmu untuk berbincang dengan hatimu, mungkin ia tak sudi lagi. Bukan mungkin, tapi pasti.

Jujur hatiku sudah lelah tersakiti, rasa sakit yang datang dari segala pengkhianatan cinta. Sekuat tenaga aku menjaga dan menanti cintamu, tapi kamu membayarnya dengan luka yang begitu dalam. Luka yang tak pernah aku bayangkan. Luka yang hingga saat ini tak kunjung reda. Aku sangat menderita karenamu. Begitu teganya kamu menipu cintaku. Cinta yang kita pupuk dengan segenap ketulusan dinodai dengan ketidaksetiaan.

Tapi, aku ingin bilang..

Terima kasih kamu sudah pernah menetap di hatiku, darimu aku belajar banyak hal, mulai dari jatuh cinta yang sebenarnya hingga terluka yang sebenarnya juga.

Terima kasih kamu yang pernah berjuang bersamaku, meskipun akhirnya perjuangannya tak seindah pada awalnya.

Terima kasih kamu yang telah mengajarkanku banyak hal; jatuh bangun cinta yang ku lalui bersamamu mengandung banyak arti.

Maafkan aku yang tidak jauh lebih baik dari dia yang sekarang, aku yang kurang sempurna, aku yang terlalu mencitaimu. Mengenalmu adalah hal yang paling indah dalam hidupku, berkali-kali aku jatuh cinta padamu meskipun aku tidak akan menjadi belahan jiwamu.

Bahagialah kamu bersama dia. Jangan pernah ragu untuk datang dan bercerita tentang kisah kasihmu. Aku tidak mau kamu terluka seperti aku yang sekarang. Karena bagiku kebahagiaanmu sudah cukup membuatku tenang.

Selamat tinggal kamu.

Jaga dirimu tanpa aku.

Tuhan tidak akan pernah tidur, Tuhan akan menyembuhkan luka di hati dengan kebahagiaan yang lebih indah dari kemarin. Aku yakin itu. Mungkin ini cara Tuhan untuk memperingatkanku supaya aku tidak terlalu mencintaimu, karena Tuhan cemburu.

Mungkin ini cara Tuhan yang tidak mengizinkan hambanya yang tulus hidup bersama dengan orang yang berpaling dari ketulusan itu Mungkin ini cara Tuhan akan mempertemukanku dengan seseorang yang lebih baik, yang tertulis dilauh mahfudzku

Semoga ketika aku belajar mengikhlaskanmu. Tuhan akan menyiapkan skenarionya yang lebih indah, hingga aku jatuh hati pada cinta yang tulus dan setia.

Terimakasih Tuhan telah membuka mata hatiku ..