Kau tiba-tiba datang dikirim Tuhan untuk aku yang sedang patah hati, Kau dikirimkan melaui cara yang tidak terduga dan tidak kusangka. Perkenalan kita pun cukup lama dan aku tidak menyangka bahwa kita semakin dekat dan membangun sebuah komitmen. Aku pun sangat bahagia karena aku merasa telah berhasil menyembuhkan hatiku yang terluka sebelumnya. Kita tidak pernah mengingat kapan kita memulai komitmen, karena masing-masing dari diri pribadi kita telah mengalami hal pahit dalam sebuah hubungan jadi untuk hubungan ini hanya bisa menjalankan sebaik-baiknya dan tentunya memilikinya tujuan pernikahan.

Kau sempat melamar aku dengan caramu, aku tidak menolak hanya saja aku minta diberikan waktu untuk berpikir lebih lama. Karena pernikahan bukan merupan sesuatu yg instan menurutku. Restu dari orang tuaku juga belum dikantongi karena menurut beliau ini terlalu cepat.

Kita menjalani hari-hari dengan sangat bahagia, dan travelling adalah kegiatan yang paling kita suka. Sampai pada akhirnya kita mulai sering berselisih paham dari mulai hal kecil sekali. Aku anggap ini hanya bumbu dalam kehidupan percintaan.

Sampai pada akhirnya, kita bertengkar hebat karena hal sepele dan kau menyelesaikan semua komitmen yang sudah kita bangun dengan susah payah hanya melalui pesan singkat. Sungguh ironis, kau seorang lelaki dewasa yang seharusnya dapat menjelaskan dan menenangkan aku secara langsung tapi engkau malah pergi menghindar begitu saja. Mungkin sudah aa orang lain di hidupmu, tapi tidak seharusnya kau bersikap seperti itu. Aku, hanya orang baru di kehidupanmu yang tidak tahu bagaiman masa lalumu. Seharusnya kau tidak memperlakukan aku seperti kau memperlakukan masa lalumu.

Tapi tak apa, Tuhan jauh lebih menyayangiku .Aku yakin aa seseorang yang lebih baik di masa depan. Dan kau hanya bagian dari masa laluku yang hanya akan terkenang di memori otakku saja.

Advertisement

Terimakasih untuk kamu yang dulu sempat ada di dalam tiap doaku dan sekarang entah kau berada dimana. Do'a terbaik untukmu yang meninggalkanku semoga engkau berbahagia