Apa kabar kamu yang pernah menyakiti hatiku??

Apakah Kamu masih mengingat kejadian lama yang masih mengoreskan luka di hati ku dan (mungkin)mengoreskan luka di hati mu juga.

Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih kepada kamu yang pernah kubenci setengah mati, karena tanpa mu aku mungkin tak akan mendapat pelajaran hidup yang beharga dan memperbaharui diri ku sendiri menjadi lebih baik . Kamu yang pernah menyakiti ku dan masih mengoreskan luka yang meskipun telah mengering tetapi masih sering sakit ketika teringat kembali kejadian yang membuat kita menjadi seperti ini.

Karena kata nya "Jangan pernah percaya dengan orang lain 100% , kalau tidak ada 2 kemungkinan yang akan terjadi yakni mendapat teman hidup atau pelajaran hidup".

Aku juga ingin meminta maaf karena pernah sangat -sangat membenci separuh dirimu. Kamu yang selalu tak akan ingin ku sebutkan nama mu karena begitu menyakitkan di sela -sela tenggorokkan ku, Kamu yang selalu tak ingin ku tatap karena begitu menyesakkan pandangan ku, dan kamu yang tak ingin kuperbincangkan dengan mereka karena begitu menyakitkan di dalam hati. Sekali lagi kuucapkan maaf karena sebenarnya rasa benci ini semakin lama semakin menyakitikan ku.

Dan kumohon izinkan aku untuk bercerita kepada langit biru yang pernah menjadi saksi kebencian ku terhadapmu tentang kisah kita berdua yang sebenarnya sangat menyakitkan untuk dikenang kembali. Bukan untuk mencari pembelaan kepada nya tetapi hanya ingin melegakan hati yang sesak dengan kebencian ini karena mungkin selama ini saat kita membicarakan masalah kita dengan mereka yang kita sebut teman adalah untuk mendapatkan sebuah pembelaan atas kesalahan kita masing-masing. Percayalah, ketika aku membicarakan kisah kita dengan nya dia tak akan membela ku ataupun kamu, tetapi mungkin dia akan menenangkan ku dan menghilangkan segala kebencian ku terhadap mu.

Advertisement

Aku tahu bukan hanya aku yang menangis karena kejadian itu, aku yakin kau pun begitu. Dan satu hal yang masih ku duga adalah mungkin kau juga membenci separuh ku sama seperti ku. Hal itu adalah kodrati kita sebagai manusia, tapi bagaimana jika kita mencoba untuk melupakan segala kebencian dan rasa sakit itu, meskipun mungkin nanti nya akan (pasti) ada jarak di antara kita yang membuat kita tak bisa kembali seperti dahulu yakini lah aku sudah menghilangkan rasa kebencian dan sakit itu. Tujuan dari jarak yang mungkin akan terjadi itu hanyalah membiarkan aku dan kamu tidak lagi mengalami sakit yang sama atau bahkan lebih buruk lagi.

Aku ingin mengupgrade segalanya, tapi bukan untuk melupakan peristiwa menyakitkan itu tetapi ketika aku mengingat nya kembali sudah tak ada lagi rasa sakit yang dahulu pernah ku rasakan

Jika kau telah selesai membaca surat ini aku berharap sudah tak ada kebencian lagi dalam diri kita masing-masing. Melangkah lah dari peristiwa masa lalu yang menyakitkan hati, yang penuh drama dan air mata sampai membuat kita berdua terbebani kebencian di antara kita. Dan yakini lah kau akan tetap menjadi seseorang yang pernah berpengaruh di hidup ku dan orang yang pernah kusayangi setulus hati ku. Ayo kita upgrade semua nya dan berbahagialah dengan cara kita masing-masing.

Salam hangat,

Aku yang pernah disakiti dan (mungkin) menyakiti mu juga