Hei, apa kabar kau disana? sudah lama kita tak saling menyapa, baikkah dirimu disana

Sesekali cobalah tanyakan kabarku disini apakah aku baik atau tidak, apakah aku bahagia atau tidak, apakah aku merindumu atau tidak, Mungkin saja kau akan sangat terkesan dengan jawabanku atas setiap pertanyaanmu padaku, sebab kau tak tahu hariku tak pernah baik-baik saja ketika rindu selalu datang menyapaku akan dirimu disana, bahagiaku tak pernah lengkap ketika ku lihat kesedeihan dalam setiap tulisanmu yang ku baca, kau tak tahu bahwa dalam diam aku selalu merindukan hadirmu, aku selalu menyapamu dalam bait-bait Do’aku disetiap sujud.

Dan sesekali izinkanlah aku berharap kau bisa mengucap rindu padaku seperti rindu yang dulu pernah kau ucap.

Kau mungkin tak tahu bahwa sejak dulu aku tak pernah kuat melihat kau bersedih atas masa yang telah berlalu, atas seseorang yang telah pernah menyakitimu, atas seseorang yang telah jauh meninggalaknamu untuk orang lain, kau pun juga tak tahu bahwa setiap kali melihatmu sakit aku merasa sakit berkali-kali karena melihatmu jatuh,

Apakah kau masih ingat ? dimana dulu kau pernah bercerita sedih padaku, dan aku mengatakan bahwa aku merasakan kesedihanmu padahal saat itu kita hanya bercerita via message, kau tak tahu bahwa aku bisa merasakan hal yang menimpamu meski dalam jarak ratusan kilo, aku juga tidak tahu mengapa,

Yang aku paham bahwa mungkin kau adalah sosok yang membutuhkan diriku dan mungkin aku pun membutuhkan dirimu.

Dan lagi kau pun mungkin tak tahu sejak hadirmu kembali setelah selang beberapa tahun lalu aku melihat kaulah kebahagiaanku, aku tak pernah ingin lagi mengenal sosok lain selain dirimu, aku tak pernah ingin lagi jatuh hati pada orang yang berbeda, aku hanya ingin jatuh hati pada orang yang sama untuk kesekian kali dan semoga itu kau yang kemarin, hari ini, dan nanti.

Tak terasa kita telah sejauh ini saling dekat, masih jelas teringat pertemuan pertama kita, itu saat kau berkunjung ke rumahku, dan kemudian kau akhirnya mengaku cinta padaku hanya melihatku dalam satu pandangan, tak pernah menyangka Tuhan ternyata tak pernah ingin kita saling melupakan, setelah beberapa Tahun perkenalan kita kau kemudian datang padaku (lagi) dan meminta diriku untuk dewasa, dan aku pun akhirnya mendengar ucapan serius darimu bahwa kau ingin melihatku sekali (lagi) untuk hari ini dan dimasa depan,

Selang kemudian waktu berjalan, dan seperti inilah hidup yang terkadang tak selalu sejalan dengan keinginan, kita sekarang telah terpisahkan jarak untuk kedua kali yang entah dengan maksud apa Tuhan menguji kita namun kita tetap percaya bahwa segala apa yangb telah terjadi adalah cara Tuhan mengajarkan kita lebih baik dari sebelumnya,

ketika kemarin aku belajar memperjuangkanmu kau malah justru memintaku menerima yang lain, kau tahu kesedihan yang tak terbendung saat itu, aku seolah olah telah gagal memperjuangkan cintaku sendiri, sebab cinta yang ku perjuangkan ternyata adalah cinta yang tak memiliki keyakinan bersamaku.

Kau mungkinboleh memintaku pergi sendiri, asal jangan pernah memintaku pergi bersama yang lain. Sebab sampai kapanpun, tak akan ada kerelaan dalam diriku untuk meninggalkanmu demi yang lain, takkan ada!

Aku tahu kau melakukan itu agar aku tidak terlalu lelah menunggu, tapi kau tak tahu bahwa aku tak pernah merasa terbebani dengan menunggu jika ku tahu bahwa yang ku tunggu adalah dia yang ingin memperjuangkanku, aku ingin melihat kau memperjuangkan aku, seperti aku yang selalu belajar memperjuangkan kau dihadapan mereka (keluarga) dan dihadapanNya,

Aku juga paham bahwa jodoh kita tidak ada yang tahu selain Allah, itulah mengapa kita harus terus berdo’a padaNya dan berusaha, selama keyakinan kita masih kuat dan harapan tetap ditanamkan, inshaAllah Tuhan maha tahu atas segala yang terbaik untuk kita.

Aku tahu kau adalah sosok lelaki yang tak rela melihatku dengan yang lain, aku tahu bahwa kau hanya dipaksa oleh keadaan untuk melepaskan aku dan aku pun paham bahwa kau tidak pernah ingin berlalu dalam kehidupanku, karena setiap kali aku belajar tak berharap padamu, Tuhan seolah-olah memberikanmu cara untuk tetap dalam genggamanku,

Mungkin tanganmu tak lagi ku genggam nyata namun aku masih selalu menggenggam namamu dalam Do’a2ku,

Dan kau mungkin perlu tahu bahwa aku adalah sosok perempuan yang selalu ingin mempelajarimu berulang-ulang, jika lelah aku ingin mengulang lagi, lelah lagi ku ulang lagi, dan ketika orang lain menilaimu buruk aku ingin selalu menilaimu baik, ketika orang lain ingin pergi meninggalkanmu karena kekurangan, aku adalah orang yang ingin bertahan karena kelebihanku, sebab aku merasa setiap kelebihanmu adalah kekuranganku, setiap kekuranganmu adalah kelebihanku, itulah yang nyata dariku untukmu.

Semuanya mungkin masih terlihat samar, sebab kita belumlah saling menerima, kau masih terbelenggu oleh ragu, oleh kenyataan yang nantinya mungkin akan tak sejalan dengan harapan, percayalah bahwa do’a yang sama-sama kita panjatkan adalah kekuatan bagi kita untuk bertahan satu sama lain, karena tidak ada ikatan yang lebih kuat diantara kita selain dari Do'a yang setiap waktu diam-diam kita dipanjatkan bersama, yang semoga do’a dan harapan kita adalah sama. Yeah semoga dan selalu.

Jadi tolong janganlah meragukan sedikitpun dari ketatapanNya karena bagaimanapun keadaan kita hari ini tetaplah yakinkan hati bahwa janji Allah itu selalu pasti. Aamiin