Kamu yang dulu sempat singgah, meski akhirnya ku tinggalkan, kini kembali hadir di setiap hari-hariku. Kamu dengan segala usahamu mencoba untuk masuk kembali ke hidupku. Maaf, bukan aku tak mengerti usahamu, aku mengerti, bahkan sangat mengerti. Kamu yang selalu berusaha untuk menjadi seseorang yang selalu ada disetiap aku butuh, kamu yang selalu berusaha menciptakan tawa dibibirku, kamu yang selalu berusaha untuk menyelipkan satu waktu disetiap harimu untuk sekedar bertatap muka denganku.

Aku mengerti segala usahamu itu. Tapi aku hanya pura-pura tak mengerti. Bukan aku tak menghargai usahamu, tapi aku hanya tak ingin kamu berharap lebih.

Aku yang mengijinkanmu kembali hadir di hidupku, bukan berarti aku akan mengijinkanmu masuk kembali ke hatiku. Aku hanya ingin bersapa tiap kita jumpa, karena aku tak ingin kita yang sudah kenal sejak lama harus berpura-pura tak saling kenal saat bertemu. Itulah kenapa aku membiarkanmu kembali. Namun bukan untuk kembali menjadi kekasih, tetapi kembali menjadi teman.

Aku harap kau tak menyimpan sedikitpun harap terhadapku, karena aku tak ingin kau kembali terluka karena aku. Aku yang dulu meninggalkanmu, aku yang membuatmu terluka, kali ini jangan biarkan aku menorehkan luka (lagi) di hatimu. Mungkin setelah melepasmu, aku memang sempat merasakan kehilangan dan penyesalan. Tapi ternyata kini aku tahu, itu bukanlah rasa kehilangan ataupun penyesalan, melainkan hanyalah sebuah rasa kesepian yang sedang aku rasakan.

Kini aku tahu, hatiku memang tak pernah untukmu. Aku nyaman berada didekatmu, tapi tak lebih dari seorang teman. Aku ingin tetap mengenalmu sebagai temanku.

Advertisement

Tak ada sedikitpun niatku untuk mempermainkanmu. Kau lelaki terbaik yang pernah aku tahu, meski berulang kali kau ku buat luka, tapi kau tetap saja ada. Aku bahkan heran dengan diriku, bagaimana bisa aku tak menyukaimu, sedang kau begitu sempurna untukku. Bahkan kau teramat baik untukku, tapi tetap saja tak ada sedikitpun rasa cinta untukmu. Tapi itulah hati, ia tak bisa diminta kepada siapa kita akan jatuh cinta.

Aku harap kau pahami, aku harap kau mampu mengerti. Kalaupun kau tak mampu lagi untuk memahami, tak apa jika kau ingin menjauh dariku, mungkin itu akan lebih baik untukmu. Menghapus aku dari setiap hidupmu, dari setiap ingatanmu. Lakukan saja jika itu membuatmu lega. Lupakan aku jika memang itu membuatmu bahagia. Karena sampai kapanpun kau menyimpan harap padaku, aku tak akan pernah bisa mewujudkan harapmu itu.

Maafkan aku yang terlalu egois. Maafkan aku yang tak pernah bisa menyisipkan namamu dihatiku meski hanya setitik. Bukan aku tak pernah mencoba, aku bahkan selalu mencoba untuk menjatuhkan hatiku padamu, aku bahkan selalu mencoba untuk mencintaimu, tapi lagi, cinta tak bisa dipaksa, ia datang tiba-tiba tanpa bisa kita terka. Maafkan aku yang tak pernah bisa untuk mencintaimu. Maafkan aku yang selalu menjejakkan luka dihatimu.

Percayalah, disuatu waktu nanti, kau akan temukan seseorang yang mencintaimu dengan teramat, yang memberikan hatinya hanya untukmu, yang rela menyerahkan seluruh hidupnya padamu, kau hanya perlu menunggu, jika waktunya tiba, kau akan menemukan orang itu, orang yang tepat untukmu. Kau lelaki baik, didepan sana ada wanita baik yang sedang menantimu, maka teruslah berjalan, jemput bahagiamu. Aku tau kau pasti mampu.