Haloo diriku‼ bagaimana kabarmu hari ini? tenang saja aku selalu berdoa agar kau selalu sehat. Hari ini aku menulis surat untukmu, semoga lima tahun kedepan kau mampu meluangkan waktumu yang super padat untuk membaca lembaran dariku. Aku selalu berharap agar semesta bisa bersahabat denganmu. Ah, aku begitu penasaran bagaimana kehidupanmu nanti, apakah kau mampu berdamai dengan keadaan ketika semua tak sesuai dengan yang kau harapkan? Ya sudahlah, bagaimanapun keadaanmu nanti, kuharap sesimpul senyuman terlukis di bibirmu saat kau membaca rangkaian kalimat yang absurd ini.

Selamat ya.. kamu (harus) sudah dewasa‼

Diriku, Bagaimana dengan berat badanmu sekarang? Apakah kau masih bermasalah dengan berat badan? Semoga saat kau menimbang badanmu, angka yang ditunjuk jarum dapat melegakan hatimu ya. Aku harap kau selau menjaga pola makan dan minum air putih yang banyak. Sesibuk apapun jangan pernah lupakan yang namanya olahraga, ya.

Saat kamu membaca ini, kamu sudah berusia seperempat abad. Kamu juga sudah berumah tangga pastinya, bukankah menikah muda setidaknya usia 24tahun adalah cita-citamu untuk menikah? Atau jika belum menikah, saat ini kau harus berada di luar negeri, di negara yang ingin kau jajaki untuk meningkatkan diri. Oh iya, bagaimana dengan impianmu mengejar gelar S2 diluar negeri? Yah, semoga kau selalu berjuang untuk hal ini, ya.

Saat kamu membaca ini, beberapa impianmu harus sudah terkabul. Lulus D3 pastinya lalu bekerja, melanjutkan Sarjana dengan beasiswa dan tetap harus bekerja, keinginan untuk memberikan modal usaha untuk orangtuamu juga harus sudah kau laksanakan, membuka bisnis kreatif, membiayai kuliah adik dan untuk terus menulis hingga kau bisa menerbitkan sebuah buku. Kau juga sudah berhasil mendaki gunung bersama sahabatmu, camping di pinggir pantai di Jogja, dan berpenampilan lebih syar’i harusnya. Beberapa tempat impian yang ingin kau kunjungi juga harus sudah kau nikmati agar kau bisa menceritakan kepada suami dan anakmu nanti.

Advertisement

Ahh.. diriku, saat ini mungkin kau sudah sukses menjadi wanita karir. Walaupun pekerjaanmu tak sesuai dengan impian dan passionmu tapi kau tetap harus semangat demi orang tercintamu. Mungkin saja kau sudah bekerja disebuah kota besar, kota yang menjanjikan beribu harapan. Dibalik suksesmu sekarang selalu ada orang-orang yang mendorongmu dari belakang. Orang-orang itu tak pernah meninggalkanmu. Orang-orang itulah yang membantumu berdiri ketika kau tersungkur jatuh dan sudah tak punya daya untuk bangun. Dialah keluargamu, sahabatmu, dan laki-laki yang sudah dipersiapkan oleh Tuhan sebagai teman hidupmu.

Jika berbicara tentang teman hidup apakah kau sudah menemukan sosok itu? aku sungguh penasaran siapa cerminan dari dirimu itu. Apakah dia orang lama di kehidupanmu, atau justru ia benar-benar orang baru yang masuk ke dalam kehidupanmu. Ah siapapun dia nantinya, semoga dia memang orang yang dipersiapkan Tuhan untuk mengisi kekosongan itu.

Diriku.. selamat, selama kurang lebih lima tahun ini beberapa impian kecilmu sudah kau tamatkan. Apapun pencapaianmu, Syukurilah‼ karena Tuhan telah membantumu melewati perjuangan yang tak mudah. Ingatlah bahwa roda kehidupan selalu berputar, setelah ini mungkin badai kehidupan akan lebih besar. Namun tenanglah, aku selalu mendoakanmu semoga kau diberi bahu yang kokoh, dada yang lapang, dan kaki yang kuat untuk melewati perjalanan terjal itu. Tuhanmu sudah mendampingimu untuk meningkatkan kualitas dirimu. Jika kau membaca ini, selamat… kau sudah berhasil berdamai dengan masa lalumu, dan kau lebih matang menghadapi masa depanmu.

Selamat melanjutkan hidupmu!