Kuharap kalian setuju bahwa orang yang paling bisa membuatmu jatuh hati adalah orang yang paling bisa membuatmu sakit hati juga. Itulah yang aku rasakan saat ini.

Terima kasih untuk kamu yang paling bisa membuatku jatuh hati. Ketika Tuhan mengizinkan aku berada di satu ruang dan waktu bersamamu. Itu adalah kebahagiaan untukku sekaligus cambukkan agar aku lebih kuat. Banyak kekecewaan yang aku rasakan.

Aku ingin membenci kamu, tapi aku tak mampu. Entah apa yang membuat begitu sulit membenci dan melupkanamu. Niat membenci pun hilang ketika kita hanya bertatap muka. Perasaan ini melunak lagi. Tapi ketika memulai pembicaraan, cambukkan lagi yang aku dapatkan. Nada tinggi selalu kau gunakan, keacuhan yang aku dapatkan. Ketika aku bertanya pun tak jarang kau hanya mendiamkan pertanyaanku, sekalinya jawaban yang keluar dari mulutmu membuatku bungkam. Terima kasih juga kuucapkan untuk segala cambukkan yang aku terima. Terima kasih untuk selalu membuat hati ini terasa sakit. Tetaplah bahagia dengan caramu memperlakukan aku yang selalu salah di matamu.