Hai belahan jiwaku,

Aku mau menunggumu, tanpa batasan waktu….

Tak usah terburu-buru, ambilah waktu sebanyak yang kamu mau sebelum kamu siap melangkahkan kakimu untuk menemuiku.

Nikmati lah perjalananmu sejauh kakimu bisa melangkah…Mungkin masih banyak tempat yang ingin kau singgahi dengan kaki kekarmu, agar kakimu nanti cukup kuat dan siap untuk memangku aku atau buah hati kita kelak. Biarkan kakimu berjalan ke banyak tempat, agar kelak saat kita bersama, dia sudah lelah berjalan dan tak akan berniat melangkah jauh dari aku….

Jangan takut aku akan lelah atau bosan menunggumu, percayalah aku punya seribu satu cara untuk menghabiskan waktuku. Dalam penantian ini, aku menikmati setiap tempat yang aku singgahi, setiap kisah yang aku alami, dan semua sudah aku catat di buku kecil bernama memory, yang kelak akan aku bagi bersamamu saat kita sedang menikmati waktu berdua sambil menikmati secangkir teh di sore hari.

Kita akan punya ribuan sore yang akan kita habiskan bersama, karena itu aku sedang mengumpulkan tawa, air mata dan kisah sebanyak mungkin, agar sore kita kelak selalu penuh cerita.

Advertisement

Tak usah tergesa-gesa dan berpikir betapa sayangnya waktu-waktu yang harus kita lalui sendirian…., Aku cukup sabar menunggumu, dan sudah bisa membayangkan berapa banyak cerita dan kisah sudah kau catat.. Karena hidup adalah sebuah perjalanan, dan banyak tempat yang bisa kita jadikan persinggahan.

Tapi aku mau kelak akulah yang jadi tempat yang kau pilih sebagai perhentianmu, begitupun kamu.. aku dan kamu, kita.., akan bertemu di satu titik, titik akhir yang kita pilih untuk menghabiskan sisa umur kita.. dan aku yakin aku akan selalu bergairah mendengarkanmu berbagi banyak kisah perjalanan yang kau lalui saat kamu sedang mencari aku…

Hai belahan jiwaku,

Aku mau menunggumu, tanpa ragu dan rasa malu…

Tak perlu berpikir aku akan lelah menunggu dan menyerah pada semua tekanan dalam kesendirianku… Aku tak akan pernah menjadi cukup tua dalam penantian, pencarian ini selalu membangkitkan adrenalinku, jatuh dan Bangun membuat jantungku selalu berdetak kencang, dan mencarimu diantara ribuan manusia membuat aku selalu bergairah.. Percayalah, aku tak akan menjadi tua dan renta.

Meskipun umurku terus merangkak dengan pasti, gurat-gurat halus mulai nangkring di wajahku, dan rambut putih menyempil di sela-sela helai rambutku, aku tidak akan pernah merasa malu.. Karena aku percaya ada harga yang harus di bayar dalam sebuah pencarian akan apa yang baik, dan kamu cukup layak untuk itu..

Aku tahu sendiri itu tidak selalu menyenangkan, ada kalanya kesepian membuat aku meneteskan air mata.. dan setiap tetesan airmata itu sudah kusimpan dalam gelas kaca, nanti kalau kita sudah bersama kamu bisa tahu berapa banyak airmata yang jatuh untuk menunggumu, dan kamu akan mengerti betapa berharganya kamu..

Aku tahu kamu juga pasti merasa jenuh dengan kesendirianmu saat ini, jangan menyerah sayang, simpanlah peluhmu di dalam saku.. saat kita sudah bertemu, berikan padaku. Agar aku dapat menghitung betapa lelahmu mencariku saja tak pernah menghentikan langkahmu, maka aku akan percaya kamu sudah terlatih menyimpan peluh dan berpacu dengan lelah, hingga semua itu membuatmu mampu menanggung peluh membahagiakan aku dan buah hatimu…

Percayalah, aku tidak akan pernah ragu untuk terus menunggumu. Meskipun semua mereka yang mengasihiku seakan tak pernah lelah bertanya hal yang sama di setiap momen pertambahan umurku, aku akan selalu punya stock senyuman untuk menanggapi pertanyaan mereka dengan sabar…

Penantian ini akan mengajarkan aku kesabaran, dan rasa sabar itu akan cukup untuk membuatku kuat bertahan memghadapimu seumur hidupku. Kenapa tidak? Menghadapi banyak orang dengan pertanyaan yang sama di setiap hari selama penantianku saja aku bisa sabar, pertanyaan yang sama seperti pesan layanan yang selalu diputar setiap jamnya, pandangan sinis yang yang terkadang membuat aku terlihat seperti barangan dagangan yang terpajang di estalase dan tak laku laku.

Sindiran-sindiran nyinyir yang seolah olah menempatkan aku sebagai seseorang yang tidak bahagia dan pantas dikasihani. Kalau aku bisa melewati semua ini dengan sabar, aku pasti akan bisa sabar menghadapimu, kemarahanmu, kesibukanmu, keegoisanmu, atau apapun yang tidak menyenangkan darimu.

Menunggumu bertahun-tahun saja aku sabar, apalagi menunggumu ingat ulangtahunku, menunggumu yang asyik menonton bola atau hangout dengan teman-temanmu, menunggumu yang tenggelam dalam setumpuk pekerjaanmu dan banyak hal lain yang membutuhkan kesabaranku. Percayalah aku akan cukup terlatih untuk itu.

Kamu juga pasti cukup terlatih kan, bertahun-tahun kamu mencariku.. kebosananmu menungguku merawat diri disalon, shopping atau haha hihi dengan temanku tidak akan sebanding dengan waktu dan kesabaranmu menemukan ku…

Aku juga yakin kamu nanti akan cukup sabar mendengarkan ocehan dan kebawelan ku akan hal-hal yang tidak penting.. karena percayalah, setiap kamu mulai jengah dengan tingkahku, kamu pasti akan ingat betapa sulitnya kamu menemukan aku dan betapa lelahnya kamu singgah di berbagai perhentian sebelum akhirnya memilih berhenti di aku.

Hai belahan jiwaku,

Aku akan rela menunggumu, meskipun yang sendirian hanya tinggal aku

Jangan takut aku lelah menunggu dan hilang harapan, karena aku tahu sepatu saja selalu punya pasangan, apalagi aku dan kamu.. Kita diciptakan berpasangan, kalau sampai hari ini kita masih sendirian, bukan berarti kita tenggelam dalam kegalauan berkepanjangan dan menjadi “drama Queen”, mengutuk alam dan berpikir kita ini seperti itik buruk rupa yang akan menderita sendirian.

Menemukan pasangan itu bukan soal baik atau buruk, tapi menemukan yang tepat dan pas, seperti kunci dan gemboknya, sudah sepaket, kamu adalah apa yang memang di ciptakan untuk melengkapi aku… bukan salah atau benar, pantas atau tidak pantas…

Ini tentang bagaimana proses tawar menawar antara dua hati menemukan titik tengah, bagaimana kita bisa saling dalam banyak hal, saling melengkapi, saling mengerti, saling menghargai, saling mengingini, saling membutuhkan, saling melindungi, dan semua saling lain yang membutuhkan interaksi dan timbal balik..

Aku tahu kamu dan aku pasti sama-sama merasakan kelelahan yang sama saat kita berkali-kali menemukan kegagalan, dan bertemu dengan mereka yang tidak cukup komitmen dengan ‘saling” itu… berkali-kali menemukan namun hanya sesaat untuk kemudian berpaling atau ditinggalkan.. Tapi percayalah sayang, mencintai itu adalah sebuah keindahan tertinggi dari berbagi, mengasihi, menerima dan mengerti.

Dan untuk sampai pada titik itu pasti ada waktunya.. seperti sebuah kata-kata klise “indah pada waktunya, memang akan indah pada waktunya.. sama seperti kita menanam benih, ada yang butuh dalam sekejap tumbuh dan berbunga, ada yang butuh waktu lama untuk berkembang.. Begitupun dengan cinta.. mungkin sebagian orang dengan mudah menemukan pasangan yang tepat, dan bagi sebagian orang lagi seperti kita, butuh ekstra kesabaran dan penantian panjang.

Hai kamu belahan jiwaku,

Dimanapun kamu berada sekarang, tenang-tenanglah, tak usah terburu-buru… Aku tahu kamu pasti melakukan banyak hal untuk bisa menemukan aku, dan sembari mencariku kamu juga pasti sedang menyiapkan istana kecil penuh kebahagiaan untuk kita..

Percayalah aku akan rela menunggumu, seperti malam yang selalu sabar menanti fajar. Lututku cukup kuat untuk terus berlutut dan berdoa, agar Tuhan tidak akan lupa untuk membuka jalan bagi pertemuan kita

Aku akan sabar menunggu, hanya menunggu sampai aku menemukan rasa aman di matamu, dan hatiku berujar kalau bahagia itu kamu….