AKU, seorang perempuan sulung yang memiliki dua adik laki-laki kebanggaan. Adik laki-laki terbesarku merupakan sokoguru keluargaku dan itu dilakukannya dengan selalu menjadi yang terbaik. Adik laki-laki terkecilku merupakan pemersatu keluarga sejak kelahirannya karena dia orang yang peka dan pengertian. Doa dan usahaku memberi contoh teladan bagi mereka serta menyemangati mereka semata dilakukan agar mereka dapat mandiri; meskipun apapun yang mereka lakukan, mereka tetap kebanggaanku dan kebanggaan Bapak-Ibu.

DIA, seorang pria yang kukenal dari pertemuan orang tuaku dan orang tuanya. Seiring waktu kami mantap meneruskan ke jenjang selanjutnya, karena kami bisa dan mau berjalan mencapai visi bersama. Karena bersama itu bukan tentang AKU DAN DIA kami saja; kami berencana berbicara di depan keluarga. Semalam suntuk aku tidak dapat tidur, bagaimana dengan KAMU karena kami harus melangkahimu?

KAMU, kakak perempuan DIA dan kalian memiliki adik bungsu laki-laki. Kita sama bukan? Sama-sama memiliki dua adik laki-laki. Aku memahami perasaanmu, tetapi ini bukan hanya rencanaku karena bagiku satu atau dua atau tiga tahun lagi itu tidak masalah; berbeda dengan adikmu yang berpikir tentang umur. Jika kamu mau memahami adikmu; adik kandungmu, tidakkah itu alasan cukup bagimu untuk tidak mempersulit posisiku? Bagiku, kebahagiaan adik-adikku adalah segalanya. Tidakkah kau berpikir yang sama?

AKU terkejut ketika keluarga berkata bahwa mereka telah bertanya padamu, dan KAMU berkata tidak apa-apa; namun apa kenyataannya? KAMU berubah menjadi posesif terhadap adik laki-lakimu dan memposisikan aku sebagai calon istri yang tidak baik di hadapan keluargamu. Kalau boleh teriak AKU ingin berkata, nikah bukan segalanya bagiku. AKU menangis dalam hati, ketika tahu dua kali AKU dan keluargaku datang kerumahmu setelah keluargamu datang ke rumahku, KAMU malah berdalih dan kabur dari rumah. Tidakkah KAMU memiliki sopan santun terhadap keluargaku, terhadap orang-orang nomor satu bagiku?

Semua yang KAMU lakukan untuk menyingkirkan AKU, menyakiti AKU, cukup satu yang akan kuucapkan: Tidakkah KAMU menyayangi DIA, adik laki-lakimu?