Untuk : Sahabat-sahabatku

Tempat : Di kediamannya masing-masing

Hai, Apa kabar? Sudah lama ya kita tidak saling sapa. Ku harap kalian baik-baik saja disana.

Impian kita semakin dekat, tetapi kenapa kalian pergi? Kenapa kalian tiba-tiba menghilang? Tak rindukah denganku? Sudah lama aku tak mendengar cerita dari kalian. Ku dengar kalian bahagia sekarang tetapi, aku dengar dari orang lain. Aku tahu ini semua hanya masalah waktu, egois, dan jarak. Kita mulai masuk ke masa dewasa, masa dimana tanggung jawabnya sudah mulai berat dan main-main mungkin hanya akan mengganggu kefokusan kita. Tetapi, tak ada salahnya kita bertemu sebentar untuk melepas rindu.

Di fase ini kita sama-sama menuduh salah satu dari kita egois, karena hanya mementingkan diri sendiri. Aku pernah marah ke kalian karena terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing. Tetapi, aku mengerti sekarang. Aku dan juga kalian ternyata sedang berusaha memenuhi tanggung jawab serta cita masing-masing. Sungguh jahat sekali pikiranku waktu itu. Maafkan aku, aku pernah seegois itu.

Advertisement

Saat ini tempat kita mewujudkan cita-cita semakin jauh. Ada yang di pulau, ada juga yang menetap di asrama sekolah negara. Semoga rindu kita terawat dan masing-masing dari kita mampu menjadi anak bangsa yang membanggakan. Tanpa ku sadari kini waktu telah membawa kita hingga akhir perjalanan sekolah selama 12 tahun. Suatu hari saat kita sukses ku harap jarak tidak lagi begitu berarti untuk kita saling bertemu.

Sekarang, bagaimana perasaan kalian setelah melihat foto saat ini? tambah terlihat cantik dan tampan ya? heheh. Tetapi aku juga masih menyimpan foto kita loh, foto kita pada masa anak-anak begitu lucu dan menggemaskan. Aku juga menyimpan foto kita pada masa SMP dan aku juga menyimpan foto kita saat SMA, sebelum perselisihan dan kita menjadi renggang seperti ini. Sungguh aku rindu bercanda dan berbagi cerita dengan kalian.

Maafkan aku sahabat, aku memang bukan manusia sempurna. Aku berdoa semoga kalian tetap bahagia di jalan hidup kalian.

Sudah ya, sampai disini dulu surat ini. Kalian adalah sahabat terbaikku yang ku punya selama 17 tahun ini.Terimakasih pernah tertawa bersama.

Sungguh tak ada labelling 'mantan' untuk sahabat. Kita tetap sahabat.