Hai, lagi apakah dirimu disana?

masihkah kamu memanjakan hobbymu sebagai seorang pemain wanita?

Terus bergelut dalam bidang yang sama, yaitu menanam luka hingga mereka mendoakan hal buruk untuk terjadi padamu secepatnya. Aku tau, kamu begitu sempurna disetiap pandangan yang melihatmu, kamu punya semua yang diinginkan setiap manusia dalam tujuan dihidupnya, kamu telah menggapai apa yang tiap orang cita-citakan.

Pertanyaanku, apakah semua itu yang menjadi alasanmu menjadi seburuk ini?.

Untukmu, ku dengar banyak hal tentangmu, dari mereka yang pernah menjadi bagian dalam kisahmu, cerita antara kamu dan mereka yang pernah begitu bahagia saat kau memanjakannya. Kamu harus mengerti, mereka hanya wanita wanita yang berharap kasih tulusmu, mereka menerima kehadiranmu sedekat itu karena mereka berharap kamu bisa menyentuh hatinya, bukan untuk kau luluhkan lalu kau lukai begitu saja.

Advertisement

Seharusnya kamu tau, ini bukanlah seperti yang kau katakan, bukan resiko karena mereka terlalu mencintaimu, atau karena mereka yang berharap sebesar itu kepadamu, dan kau sebaliknya. Kurasa ini memang salahmu, mengapa kau biarkan mereka begitu berharap hal yang takkan pernah kau ubah menjadi kenyataan. Tidak hanya sekedar "tega", bahkan kau lebih dari itu. Pernahkah kau berfikir tentang berapa banyak mereka menghabiskan tetesan air matanya untuk memohon kepadamu akan pengertian? untuk sekedar mengerti apa yang mereka rasakan. Apakah mereka memaksamu untuk merubah air matanya menjadi bahagia?

Mereka hanya berharap, berharap dunianya mampu menghapus debu karenamu. Kau tau, sedalam apa akibat dari luka yang kau tinggalkan? Bagi mereka yang terlampau sakit, mereka harus terbata-bata mencari jalan untuk tetap tersenyum dikekelaman, mereka buta pada setiap hal yang membahagiakan, dan kau pernah mendengar istilah mati rasa? Ya, mereka sedang merasakannya.