Seandainya aku mampu, akupun ingin egois atas dirimu, tapi aku tau ada tanggung jawab besar yang harus kamu emban, ada banyak hal yang harus kamu pikirkan dan kamu pertimbangkan. Asal kamu tau, aku tak kan setega itu, tak mungkin memintamu memilihku dan begitu banyak berkorban, andai Tuhan mengizinkan, aku pun ingin berada disisimu meski tak mampu mengurangi bebanmu, setidaknya aku ingin menjadi seseorang yang kan menguatkanmu ketika kamu lemah, menjadi tempatmu bersandar dikala kamu lelah, setidaknya aku ingin menjadi yang disimu, yang kan memelukmu hangat dan berkata "tak apa,semuanya kan baik baik saja" ketika kamu putus asa, jika Tuhan mengamini, akupun ingin menjadi salah satu alasanmu untuk tetap membuka mata kala pagi menyapa, jika Tuhan mengizinkan, akupun ingin menjadi tempatmu berbagi tangis dan tawa, menjadi sosok yang mengamini do'a do'amu usai sujudmu, kalaupun Tuhan mengizinkan aku menjadi sosok yang dipanggil ibu oleh putra putrimu.

Tetapi sekali lagi, aku tak mungkin seegois itu, tak mungkin memintamu memilih dan tak akan sanggup melukaimu, tak mungkin kubiarkan kamu memilihku jika harus melukai orang orang yang kau kasihi, jika restu ibumu pun tak mungkin kamu gapai untukku, akupun pasti tak akan membiarkanmu menjadi anak durhaka.

Tak apa jika kelak kita tak ditakdirkan bersama, ku tau nantinya akan ada hati yang terluka, entah itu kamu atau hatiku yang berdarah darah, seberapapun pedih akhir itu, aku tak mungkin menyesali kehadiranmu dalam hidupku. Setidaknya telah mengajarkanku bahwa dalam sebuah hubungan bukan hanya tentang dua insan, namun ada dua keluarga yang harus dipertimbangkan, mengajarkanku mencintai dengan tidak egois, jika nanti kita benar-benar tak bisa bersama, ku tau akan ada yang terluka, maka biarlah menangis dan habiskan air mata, asalkan setelah itu tak ada lagi duka, biarlah hati berdarah darah kala perpisahan itu tiba, dan biarkan waktu yang menyembuhkan setiap luka.