Saat cinta menghembuskan nafasnya di telingamu, tak dapat kau hindari getarannya akan terasa sampai kau terlihat tak memiliki daya. Saat ia menyentuhmu, tak mampu kau pungkiri bahwa segalanya akan kau persembahkan hanya untuk dia. Bahkan yang terbaik darimu pun rela kau berikan tanpa pikir panjang. Namun bagaimana jadinya jika tiba-tiba ia perlahan menjauh darimu, kau pasti akan mengejarnya hanya karena tak mau semuanya terlihat sia-sia. Kau ingin menunjukkan padanya bahwa kau bukan tipe orang yang mampu kalah dengan keadaan.

karena cinta, kau akan terlihat seperti orang yang tak memiliki akal sehat. Kalau mengemis dapat memperbaiki keadaan, kenapa tidak? ya, itulah yang ada di benakmu bukan?

Akan tetapi, masihkah kau mau bertahan? saat kau tahu bahwa hatinya bukan lagi milikmu. Apalagi yang ingin kau perjuangkan? Sementara, kau bukanlah yang ia inginkan lagi.

Sekuat apapun kau berjuang, itu tak akan ada artinya lagi di mata cinta yang pernah menggodamu dulu.

Jangan pernah berpikir " aku sudah berkorban untuknya, aku harus memperjuangkanya"

Advertisement

NO!!!

Bukan itu yang harus kau lakukan. Berpikirlah secara jernih! jangan pernah pikirkan segala hal indah yang pernah kalian lalui, karena itu bukanlah patokan untuk masa depanmu bersamanya.

Cinta itu bukan untukmu, jika ia benar-benar memiliki rasa tanggung jawab atas apa yang telah kalian korbankan bersama ia tidak akan membiarkanmu berjuang sendiri. Ia akan meraih tanganmu dan berjalan bersamamu, apapun keadaanmu.

Jangan pernah menyesali atas apa yang telah terjadi, anggaplah itu ceritamu bersama orang yang salah. Dan berterimakasihlah kepadanya karena darinya kau telah belajar bagaimana harus mempersiapkan diri menghadapi orang berikutnya.

Jangan pernah membencinya, namun doakanlah ia agar ia pun tak menyimpan dendam terhadapmu.

Terimakasih kepada cinta yang telah meninggalkanku. Terimakasih untuk pelajaran berharga ini