Mungkin banyak yang belum mengetahui tentang bunga ini, bahkan terdengar asing di telinga kita.

Yap, bunga ini bernama bunga geranium.

Ternyata, bunga ini memiliki banyak manfaat. Bunga ini biasanya dimanfaatkan sebagai anti-nyamuk. Selain itu, berdasarkan penelitian dari German Research Centre for Environmental Health yang berada di kota Munich, menunjukkan bahwa bunga ini juga berpotensi mencegah virus HIV.

Geranium adalah salah satu dari sekelompok sekitar 300 spesies tumbuhan abadi atau semak dalam keluarga Geraniaceae. Tumbuhan ini asli dari Afrika Selatan.

Bunga ini memiliki warna putih, merah muda, merah dan ungu. Tanaman ini sebagian besar diperbanyak dengan cara stek batang, tetapi juga dapat diperbanyak dengan biji.

Advertisement

Tumbuhan Geranium kebanyakan mekar saat tengah musim panas, tetpi ada pula yang mekar di musim semi dan musim gugur. Tanaman ini tumbuh 6 inci sampai 4 meter dan dapat tumbuh dengan baik pada penyinaran cahaya matahari yang penuh serta tanah yang kering.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak dari bunga ini memiliki kemampuan untuk menginaktivasi HIV-1 dan mencegah virus untuk masuk ke sel manusia. Tentu kita telah mengetahui bahwa virus HIV terbagi menjadi dua jenis, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Kedua virus tersebut bertanggung jawab menyebabkan penyakit AIDS pada manusia. Ekstrak dari geranium berpotensi menjadi pengobatan baru AIDS karena mengandung senyawa anti-HIV-1 kelas baru.

Bagian akar bunga ini yang mengandung senyawa yang menyerang HIV-1 dan mencegah virus untuk bereplikasi dalam tubuh. Para peneliti juga menemukan, senyawa tersebut dapat melindungi darah dan sel imun dari infeksi virus. Dengan kata lain, senyawa tersebut dapat mencegah virus masuk ke dalam sel.

Sejumlah uji klinis yang telah dilakukan oleh para peneliti menunjukkan bahwa tanaman tersebut aman digunakan pada manusia. Bahkan di Jerman, tanaman tersebut telah dilegalkan penggunaannya sebagai obat herbal. Ekstrak geranium sangat menjanjikan sebagai pengembangan pengobatan yang berasal dari tumbuhan, karena ekstrak bunga ini melawan HIV-1 dengan cara yang berbeda dengan obat-obat HIV-1 sebelumnya dalam penggunaan klinis, sehingga ekstrak pun bisa dikatakan sebagai jenis terapi yang bernilai.

Disamping itu, ekstrak bunga ini memiliki keunggulan, yaitu menggunakan sumber daya terbatas, mudah diproduksi, dan tidak butuh pendinginan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 35 juta orang di dunia terkena virus HIV. Kebanyakan dari mereka terjangkit virus HIV-1. Jika tidak mendapatkan perawatan yang serius, virus tersebut dapat menyebabkan penyakit AIDS yang sangat membahayakan bahkan menyebabkan kematian. Meskipun penemuan ini belum bisa diterapkan secara menyeluruh, setidaknya penemuan ini bisa menjadi titik terang untuk pengembangan obat HIV/AIDS di masa depan.