Aku mengerti rentan umur kita mulai memaksa aku untuk berhenti mengikuti mu dalam kehidupan ini. Aku juga faham kau pun juga begitu, tuntutan sebagai anak pertama yang harus menjadi bahu penolong adik-adikmu dalam meraih masa depan. Namun salah kah ku yang mencintai mu dalam beberapa waktu ini. Dan mulai merindukan sosok mu dalam hatiku. Ayolah?? Aku juga manusia yang punya rasa dan kasih seperti hal nya yang lain.

Aku mulai memahami semua kedewasaan mu untuk kehidupan masa depan mu. Tapi, tak boleh kan dalam masa depan mu itu ada aku sebagai pelengkap masa depanmu. Aku hnya ingin bersama mu dalam semua keadaan yang ada. Tapi, sekali lagi tak ada kesempatan untuk membolehkan kita bersama.

Latar belakang dan semua kebiasaan kita membuat ku nyaman bersamamu. Membuang semua ketidakpastian ini. Aku terus yakin akan kebersamaan kita yang bisa di katakan singkat. Aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Sifat,kebiasaan, dan bahkan prisip mu yang kuat dan mampu untuk mengetarkan jiwa ku yang kelam. Singkatnya kehadiranmu membuat ku berubah. Masih kurang kan alasan itu agar aku bisa terus bersama mu??.

"Cintai aku, saat kau mencariku dalam ketidakpastian ku dalam mempertahan kan keputusan hati ini."

"Cintai aku, saat susah payah kau memohon agar bisa lebih dekat dengan ku."

Advertisement

"Cintai aku, saat kau mulai kehabisan waktu dalam pencarian cinta terhadapku."

Walau bagaimana pun aku masih, masih mencintai mu. Dari lubuk hatiku yang terdalam aku mohon. Kembalilah seperti dahulu. Aku merindukan mu. Aku mohon.

Aku selalu berharap kau pun begitu