Kita berakhir.

Saat memulai hubungan ini di masa lalu, kita tak sanggup meramal apa yang terjadi di masa kini. Semesta seperti bergerak perlahan dan kasat mata pada jarak lalai yang kita lalui. Tidak kusangka, tentu kau juga, bahwa ada insan lain yang meluluhkan hatimu dan meruntuhkan tembok setiamu.

Kuterima, jika awalnya niatmu tidak begitu.

Aku mencoba menanggapinya dengan bijaksana. Sedih tentu saja dan memang perlu kuakui ini sakit. Namun, kucoba merenungi ini lebih dalam. Mungkin aku terlalu sibuk, terlalu santai menggenggam keberadaanmu dalam kepalku, tak merawat tali ikatan kasat mata ini hingga kau lepas. Kau jatuh hati pada dia yang bisa saja lebih baik, lebih layak, dan lebih mampu membahagiakanmu.

Aku pernah sibuk lalu seringkali melupakanmu? Iya kau benar dan kini aku sadar.

Advertisement

Kita pernah menjalin kasih sayang dan tertawa bersama. Bahkan sejak jauh sebelum kau menjadi kekasihku. Kita sudah lebih lama mengenal sampai akhirnya saling mengungkap rasa akan gejolak perasaan kita yang menginginkan suatu ikatan yang lebih dari pertemanan.

Baiklah, kita begitu terbawa perasaan pada jalinan yang pernah kita jalani selama sekian tahun itu. Namun setelah semua ini, haruskah kita saling memberi punggung dan seperti bermusuhan? Kau berlari jauh dan aku terpaku layu menatapmu di kejauhan yang semu.

Apakah kau merasa menyakitiku lalu canggung?

Atau lebih setingkat lagi; kau khawatir keberadaanku merusak hubunganmu dengan dia yang kini menjadi kekasihmu?

Oh tidak. Kau berhak bahagia. Siapa aku jika ingin merenggut kebahagiaanmu semauku? Yang Maha Kuasa merestui segala niat baik dan mendobrak jatuh rencana-rencana jahat. Tak ada alasan semesta memisahkan jika tali kasihmu dengannya lebih baik, kuat, dan tulus dari bersamaku. Jika kau khawatir aku datang untuk membalas dendam, genggam erat tangan kekasihmu! Kalau berniat demikian, percayalah aku akan kalah!

Tidak! Aku menyayangkan hubungan ini yang kini bagaikan dua insan yang bermusuhan. Tak ada waktu dan ruang lengang kah agar kita masih boleh cerita, berbagi, tertawa bersama layaknya dua sahabat karib?

Bawa kekasihmu jika kau ragu. Aku percaya bahwa kau mencintainya maka kalian akan baik-baik saja.