Hidup di Indonesia itu alur pendidikannya seperti melihat laut luas yang dangkal lalu menyelam ke laut sempit yang dalam. kok bisa? awalnya kita belajar di sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama. Kita pasti tahu di waktu ini banyak sekali mata pelajaran yang diajarkan guru, Sejarah yang erat dengan hafalan tahun, pendiri dan nama kerajaannya, Biologi dengan bab reproduksi yang sangat ditunggu-tunggu bagi teman kita yang berpikiran mesum, kita juga sih.

Ada juga pelajaran olahraga dengan guru pengajarnya yang sama sekali tidak atletis, tapi gendutan dan masih banyak lagi. Semakin dewasa jumlah mata pelajaran yang diajarkan semakin sedikit jumlahnya tetapi porsinya semakin banyak. Ya tibalah kita di masa anak baru alay, masa putih abu-abu. Mereka yang masih kepengen belajar sambil bermain pasti masuk SMA (Sekolah Menengah Atas), biasanya mereka adalah anak-anak yang cita-citanya pengen kuliah seperti pendidikan, dokter, sastra. Bagi mereka yang sudah bosan dengan teori-teori dan suka dengan lapangan masuknya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

Tidak ada yang salah. iya kok, Yang perlu di garis bawahi adalah porsi mata pelajaran yang diajarkan guru di masing-masing bidang pasti lebih dalam dari tingkatan sebelumnya. di sinilah yang penulis maksud menyelam ke laut sempit yang dalam. Banyak yang mengatakan sebisa mungkin kita menyesuaikan minat bakat dan passion ketika memilih antara SMA atau SMK, antara jurusan otomotif atau kecantikan. Tetapi faktanya menyesuaikan minat bakat dan passion itu untuk anak baru alay yang baru masuk ke jenjang dewasa bukan perkara mudah. Masa ini adalah masa ketika anak-anak baru gede mencari jati diri dan kuat egonya.

Okey, masa SMA/SMK berlalu dan tibalah masa kuliah. Masa kuliah adalah fase yang penulis ibaratkan laut lebih sempit yang lebih dalam. Fase dimana porsi mata pelajaran.. eh ganti mata kuliah ding, lebih banyak dari biasanya, porsinya bukan bikin kenyang tapi bikin pusing. Bagi mereka yang memilih jalan Komputer pasti sudah tidak pusing bertemu lagi dengan pikiran mesumnya bab reproduksi biologi karena sudah digantikan dengan banyaknya pikiran URL situs dewasa. skillnya bukan lagi meramal peluang sifat ayah atau ibu turun ke anak tetapi seribu cara menembus keamanan internet positif… hahaha, sedikit ice breaking dah.

Kembali Gaes. Masa kuliah adalah masa yang sangat riskan, salah memilih jurusan teorinya adalah sangat disalahkan. Karena masa ini sangat dekat dengan masa karier seseorang. 3,5 – 4 tahun kuliah, faktanya setelah lulus banyak yang baru nyadar ternyata kita salah jurusan. Akhirnya frustasi masuk ke bidang pekerjaan yang tidak disukai.

Advertisement

Bagi mereka yang masih belajar dan sempat membaca artikel ini, teruslah mencari passion dan bakat kalian sedini mungkin meski faktanya harus melawan ego akan posisi jabatan tinggi yang menggiurkan dan menjauhkan dari passion sesungguhnya itu susah. Bagi mereka yang masih belajar dan tidak sempat membaca artikel ini, teruslah manjalani alur pendidikan sesuai versi terbaik masing-masing. Bagi mereka yang sudah terlanjur… Menyesal.., menyesalkah ??

Jangan lah. Karena penyesalan pasti muncul saat kita dewasa. Sewajarnya tidak akan ada hari ini tanpa hari kemarin. Tidak semua yang kita jalani sesuai dengan yang kita inginkan, sudah diatur, Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan. Beberapa perguruan tinggi mengumumkan 1202 mahasiswa masuk ke fakultas kedokteran, tetapi faktanya tidak sebanyak itu yang akan menjadi dokter yang sebenar-benarnya.

Bisa dibayangkan misalnya penulis yang jurusan IT ini benar-benar memiliki teman sekelas yang nantinya akan menjadi programmer semua, programmer dengan logikanya yang nggilani, lupa makan lupa pacaran lupa lingkungan, nggak ada ceweknya mungkin. nggak asik dong.

Faktanya saat kita kuliah jurusan komputer misalnya. tidak setiap waktunya kan kita habiskan di depan komputer. akan ada waktunya kita berkumpul dengan teman-teman untuk sekedar ngobrol, sibuk berorganisasi, kadang ada yang berbisnis. Periode kuliah adalah masa-masa kita belajar plus bermain di dalamnya. Bagi mereka yang menyesal karena melihat beberapa dari temannya pintar dan berhasil dalam akademis, minder hingga sadar salah masuk jurusan maka merenung dan berpikirlah, jika memang masih ada sedikit greget yang perlu dikejar maka kejarlah, jika sudah terlambat positiflah, kita perlu mewajarkan masa lalu dengan mengubah sudut pandang.

Tidak semua telur akan berhasil menetas menjadi ayam yang merdu kokoknya. beberapa berakhir menjadi telur mata sapi, telur asin, ayam bakar kecap manis, bahkan tidak sedikit pula yang menjadi ayam alay. Beberapa orang mungkin ditakdirkan lurus jalur akademisnya, tetapi belum tentu bidang lainnya. Beberapa orang tidak bagus jalur akademisnya tetapi lancar jalur pengembangan dirinya, ada.. Jadi positiflah dan kembali Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.

Bisa saja kita sengaja ditempatkan di kesalahjurusan ini untuk bertemu jodoh, bisa saja kan… atau bisa saja kita dipertemukan dengan teman-teman terbaik dari proses yang hari ini kita sesali mengapa dulu tidak masuk ke sekolah atau jurusan lain.Jadi gantilah sudut pemikiran negatif menjadi positif lalu bangkitlah, bukan tanpa alasan Tuhan menyadarkan pemikiran kita akan penyesalan, waktu akan terus berjalan dan langkah yang akan kita jalankan sekarang akan menjadi cerita 5-7 tahun kedepan. terus berdoa untuk mensinkronasi keinginan kita dengan kebutuhan yang akan diberikan Tuhan terhadap kita. Bukan tanpa alasan.

" Jadilah pribadi bukan yang apa adanya, tetapi apa baiknya"