Merdeka adalah satu kata yang mengandung banyak arti. Merdeka jaman dahulu diartikan dengan bebas dari segala penjajahan. Merdeka menurut saya adalah suatu kebebasan dimana para perempuan Indonesia bebas menentukan untuk berkarir dan berkarya. Dilahirkan sebagai perempuan bukan berarti halangan untuk meraih mimpi. Karena perempuan juga mampu berkarir dan berkarya.

Ada dua tipe perempuan Indonesia. Pertama, perempuan yang mempunyai kemampuan namun tidak mempunyai kesempatan. Yang kedua adalah, perempuan yang mempunyai kemampuan dan kesempatan. Bagi perempuan Indonesia dalam menentukan karir haruslah melalui proses yang panjang dan pertimbangan yang matang. Pola pikir masyarakat Indonesia yang selalu menempatkan perempuan di barisan paling belakang menjadi tantangan tersendiri. Padahal, sebagai perempuan tidak melulu urusan dapur. Pada masa sekarang, merdeka dalam penentuan karir bagi perempuan Indonesia adalah salah satu cara agar perempuan Indonesia dapat lebih maju namun tentunya tidak serta merta melupakan kodratnya sebagai perempuan.

Memilih menjadi geologist juga penuh pertimbangan yang luar biasa. Berkat dukungan dan doa dari orangtua, saya memutuskan masuk ke dunia geologi. Dunia yang sangat asing bagi saya. Geologi adalah dunia dimana di dominasi oleh para lelaki. Pada awalnya, orangtua sempat khawatir karena geologi adalah dunia yang jauh dari sifat perempuan. Sebagai geologist, saya dan semua rekan geologist harus bersahabat dengan matahari, sungai, hujan, bukit, gunung, dan sebagainya. Saya dituntut berjalan kaki hingga puluhan kilometer untuk mendapatkan data dengan membawa ransel berisi sample batuan yang tentunya tidaklah ringan setiap harinya. Sebagai geologist juga harus siap bekerja di tempat asing yang tentunya jauh dari keluarga, tidak ada sinyal handphone dan otomatis komunikasi dengan keluargapun terputus. Hal-hal tersebut merupakan konsekuensi saya sebagai geologist. Walaupun saya perempuan, tentu saja saya tidak mau kalah dengan para lelaki karena saya merasa punya kemampuan yang sepadan dengan mereka.

Memilih sebagai geologist menjadikan saya seseorang yang lebih kuat dari sebelumnya secara mental dan fisik, karena banyak sekali tekanan yang akan dihadapi dengan resiko yang besar. Selain itu menjadi geologist juga membuat saya lebih bersyukur kepada Tuhan atas nikmat alam yang sangat luar biasa.

Memutuskan untuk masuk kedalam dunia geologi merupakan keputusan yang paling besar selama hidup saya. Rasa penasaran kemudian berubah menjadi kecintaan kepada geologi. Sekarang geologi menjadi bagian hidup saya. Disaat perempuan pada umumnya memilih untuk berada di dalam ruangan dingin ber-AC dan menggunakan riasan di wajah, saya justru bangga dapat bekerja bersama matahari. Saya perempuan Indonesia dan saya bangga menjadi geologist.