Bahagia rasanya di awal kita bertemu, kita adalah teman lama yang sudah lama tidak berjumpa. Di awal kita bertemu, banyak cerita dan tawa yang kita lakukan, dan bersykurnya aku pun terlalu percaya padamu setelah kau meminta izin kepada orangtuaku yaitu kau berencana untuk meminangku. Tapi sekarang pupus sudah harapan dan impian itu. Entah kenapa kurang dari setahun kita bersama, aku selalu berdoa dan memantaskan diriku buatmu, namun Tuhan berkehendak lain.

Aku bukan wanita yang bisa seenaknya kau pilih dan setelah kau pilih, kau meninggalkanku lalu memilih wanita lain. Aku masih bingung dengan sikapmu, yang selama ini seolah-olah tidak ada apa-apa. Sementara aku punya firasat kau telah mengkhianatiku selama ini, dan asal kau tahu bukan aku saja yang kau khianati, tp juga orangtuaku kau kecewakan…

Apakah ini balasan darimu setelah selama ini aku selalu berjuang untuk hubungan ini? Aku berusaha belajar untuk mencintaimu, karena aku bukan wanita yang gampang untuk mencintai pria dan kau bilang kita sama-sama belajar. Setelah aku mengingat kembali, sudah berapa kali kau mengecewakanku, kau membuatku menangis, dan pada akhirnya aku harus mengakhiri ini. Aku masih bisa memaklumi sikapmu, tapi aku tidak bisa memaklumi kau sedang dekat dengan wanita lain, sementara kita merencanakan pernikahan.

Aku tidak habis pikir, bisa-bisanya kau mengenalkan wanita itu kepada keluargamu? Sementara kau masih milikku… Mungkin dia adalah pilihan terbaik buatmu, sekarang kau mengambil keputusan yaitu mengakhiri hubungan ini, tapi satu hal kau telah membuktikan lagi kau tidak pantas buatku. Sekarang aku hanya butuh 2 doa untuk saat ini, yaitu:

1. Keberanian untuk menceritakan apa adanya kepada keluargaku,keluargamu terlebih kedua orangtuaku, yang sangat berharap banyak pada hubungan kita ini.
2. kekuatan untuk meng-ikhlaskan dan memaafkanmu.

Advertisement

Pergilah…
Jangan pernah kembali…