Cinta mungkin membentakmu, namun tak dengan cinta sejatimu.

Bagimu mungkin cinta menghukummu, mendorongmu ke jurang yang teramat dalam dan terkungkung oleh rasa takut. Kau dipermainkan oleh rasa, tetapi kau sendiri sulit menghindar. Harap yang kian menjadi kepalsuan. Bahkan sering juga kau berlabuh diantara cinta yang penuh sarat tanpa menerima pemilik sanubarimu dengan apa adanya.

Hujan saja tentunya merindukan Terik. Begitu juga Hati, sebenarnya lelah untuk Merintih

Kau tak sendiri, Tuhan bersamamu. Kau terlalu lelah, bahkan kau hampir hancur menjadi butiran debu. Namun kau masih punya dekapan erat Tuhanmu. Ia yang selalu menunggumu menyebut indah nama-Nya disetiap detik sanubari berdetak. Ia yang selalu menyapa ketika luruh pilu menemani malammu. Ia yang selalu mendengar bisik rindu akan kebahagiaan darimu.

Tuhanmu sebenarnya telah memberimu jalan keluar yang selalu kau langgar.

Wahai hati, apakah kamu masih percaya cinta sejati? Yakinlah Ia ada, Ia masih mencarimu juga, dia yang tak akan membiarkanmu terluka lagi, yang selalu menyimpan harap dalam doa. Ia yang akan menerima segala kekuranganmu, Apapun itu.

Kamu masih diberi kesempatan dengan tanda detakmu yang masih bia kau rasakan

Kau harus menemukan jalan keluar dengan mendengarkan hati kecilmu. bukankah Ia tak pernah berbohong? percayalah tak selamanya hujan membasahimu dan memberikan badai. Saatnya kau memohon terik tuk datang memberikan pencerahan. Jangan patahkan segalanya yang menjadi impianmu. Sosok yang membawamu memang begitu payah, maka bangunkan dia! sadarkan dia! bahwa masih ada dirimu yang senantiasa menjadi petunjuk kemana harus berjalan.