Ibu, aku tahu. Tentu ada rasa khawatir dalam hatimu. Saat teman-teman seusiaku atau bahkan sahabat dekatku, satu persatu mulai naik ke pelaminan. Engkau pasti mengkhawatirkanku, kapan tiba waktunya untuk diriku. Meski kau simpan raut kegelisahanmu, tapi aku bisa merasakan itu. Tenanglah Bu, aku baik-baik saja. Aku justru lebih mengkhawatirkanmu. Aku takut bahwa engkau takut aku sedih.

“Itu tadi Dini kan yang ke sini? Tumben buru-buru?”

“Iya Bu, Dini cuma ngasih ini aja.”

“Oh, Dini mau nikah? Syukurlah”

Lalu engkau terdiam dalam guratan kesedihan.

Setiap orang punya waktu terbaiknya dalam hal jodoh, dan Tentu Tuhan tahu kapan waktu terbaik untuk mengirimkan salah satu lelaki terbaik-Nya untukku.

Ibu, biarkan saja mereka lebih dulu naik ke pelaminan. Itu memang waktu terbaik yang diberikan Tuhan untuk mereka, Bu. Ibu tak perlu cemas. Akupun juga tak cemas. Dan aku turut bahagia atas kebahagiaan mereka. Bukankah Jodoh itu bagian dari rizqi? Maka dari itu, tak akan pernah tertukar rupa dan waktunya.

Ibu, tenanglah. Anakmu baik-baik saja. Bukankah Tuhan telah berjanji akan memberikan pasangan untuk setiap makhluk-Nya? Ini hanya soal waktu, Bu. Karena pernikahan bukanlah masalah siapa yang lebih cepat naik ke pelaminan. Tapi tentang siapa yang lebih lama mampu bertahan dalam segala keadaan. Mampu bertahan dengan badainya.

Advertisement

Dan Tuhan selalu tepat waktukan? Tak akan salah ia menentukan kapan umatNya dipertemukan dengan pasangannya. Dan tentu juga akan tiba saatnya Tuhan melepaskan lelaki terbaik-Nya untukku. Sementara itu, bimbinglah aku untuk terus memperbaiki diri.

Tak perlu terburu-buru Bu. Menikah bukan masalah adu kecepatan.

Menikah bukan tentang adu kecepatan, Bu. Tentang siapakah yang terlebih dulu sampai ke garis finish. Tapi menikah justru lebih mirip dengan adu ketangkasan. Kita perlu strategi dan trik khusus agar kita tetap selamat untuk bertahan. Sampai waktu telah mencapai batas akhir.

Doakan saja Bu, anakmu segera dipertemukan dengan lelaki terbaik-Nya.

Bu, hanya doamu lah yang saat ini paling aku butuhkan. Semoga saja disegerakan pinta yang kita semogakan ini. Doamu lah yang paling kuharap. Karena aku yakin tiap pinta terbaikmu akan diijabah oleh-Nya. Hanya saja kita tak tahu kapan waktunya.