Kehidupan kita tak akan pernah terlepas dari berbagai masalah,baik itu masalah besar ataupun kecil. Sebagian dari kita pun cenderung memendam masalah yang sedang kita hadapai dibandingkan dengan menceritakan pada orang yang tentunya kita percaya dengan alasan tak ingin membebani.

Sore itu, langit di atas permukaan laut mulai berubah warna dari biru menjadi ke warna senja sore hari. Ya, matahari akan mulai terbenam beberapa puluh ribu detik lagi. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan seorang diri dengan alasan untuk membuat pikiranku jernih kembali. Pikiranku masih penuh dengan berbagai masalah yang sedang aku hadap.berjalanlah kedua kaki ku ini menelusuri tepian pantai tanpa peduli akan riuhnya suasana di sana. Langkah kakiku terukir sepanjang jalan yang ku telusuri diatas hamparan pasir pantai.

Ramainya suasana di pantai sore hari kala itu tak membuatku merasa senang di kala aku masih berjalan sendiri, rasanya masih ada ruang kosong dalam hati ini. Kesendirian terkadang membuat semakin tertekan ditambah dengan pikiran yang berat.

“Seandainya ada yang menemaniku menyusuri indahnya hamparan pasir ini di kala tenggelamnya matahari. Bodohnya aku memutuskan tuk berjalan seorang diri” pikirku, lalu aku melanjutkan tuk terus berjalan sambil terus memikirkan sesuatu.

Sayup-sayup ku dengar namaku terpanggil, lamunanku terbuyarkan olehnya. Dengan perlahan ku balikan badanku ke arah suara yang seakan sedang memanggil-manggil namaku. Ternyata suara itu adalah panggilan dari teman-temanku. Sambil berlari mereka terus memanggil namaku dan salah seorang darinya dengan kuat merangkul bahu ku.

Advertisement

“Seharusnya kau mengajak kami menikmati pemandangan seindah ini, sayang jika dilewatkan begitu saja”

Akhirnya aku menelusuri dengan kedua temanku itu. Kehadiran mereka mengubah perasaanku yang tadinya tak menentu itu. Tawa, canda gurau bahkan sesekali ejekannya membuatku merasa lebih berwarna bersama mereka. Ya, bersama dengan mereka,teman-temanku yang selalu membuatku semangat di kala aku sedang jatuh. Yang membuatku tertawa dikala aku sedang sedih dan yang membuatku menghapuskan air mata.

Berjalan menyusuri pantai melihat keindahan dan menyaksikan tenggelamnya sang penyinar dunia bersama dengan mereka adalah sesuatu yang sulit tuk bisa dilupakan. Semuanya terekam dalam memori dalam ingatanku ini. Menyusuri derasnya aliran kehidupan tak akan terasa jika terus bersama dengan mereka yang selalu membantuku meskipun tak selamanya mereka ada di sampingku. Namun persahabatan tak akan pernah mudah untuk digoyahkan bahkan untuk diputus. Suatu saat nanti pasti kita akan menelusuri hemparan pasir pantai ini sekali lagi sambil menceritakan kisah yang telah kita lalui hari ini.