Seorang gadis datang dan menawarkan tangan kecilnya untuk berjabat diantara keramaian manusia yang saling berpadat satu dengan lain. Nampak tak ada yang begitu menarik dalam dirinya, namun dialah seorang gadis yang berhasil mengikat hati seseorang dengan kuatnya meskipun orang itu paham bahwa dirinya telah diklaim milik orang lain.

Dan kedekatan itu adalah awal kekacauan yang menerbangkan hati ini untuk singgah pada gadis itu. Betapa banyak imajinasi yang kadang terbangun karena gadis itu, menawarkan sebuah rasa dan kisah yang tak semesti bisa terjadi.

Pada suatu masa dimana hati ini berniat untuk merengkuhnya secara nyata, mendekapnya dan menciptakan kenangan rahasia, ragaku berhasil menemuinya. Tanganku berhasil menyentuh dan menatapnya dalam jarak dekat. Tapi ternyata kebodohanku membawaku jauh lebih sengsara, kubiarkan dia mencuri sesuatu yang sangat sensitif dalam diriku. Hatiku. Seakan tertinggal di tangannya, memaksaku untuk mengambilnya kembali walau tak tau kapan.

Jutaan jam berlalu dan pada akhirnya, aku memelihara hatiku untuk mencintainya dari jauh dan selalu merindu dalam diam. Jarak yang tercipta seperti melambungkan ribuan rindu-rindu yang nampak berserah di tanah merah.

Kudapati diriku berusaha melupakannya dan menghindari setiap jengkal tentang dirinya, namun demi Tuhan semua itu selalu tak pernah berhasil. Kudapati diriku hanya mencintainya, bahkan disetiap apapun yang kuperbuat, gadis itu muncul dari segala arah, dari segala bidang, apapun yang kuperbuat. Gadis itu bak secarik kertas yang tersimpan rapi, setiap lipatannya begitu halus, dan kukekalkan dalam ingatanku.

Advertisement

Ah, andai saja …

Andai saja … dia milikku.

Tapi kurasa ini tak akan berhasil.

Penggandaian ini kadang merenyuhkan hatiku, tapi bersamamu kurasa Tuhan akan mengutukku. Kau tahu? Bahwa Tuhan telah menciptakan seseorang yang ada dihidupmu saat ini sebagai IMAM-mu.

Berdosakah aku mengganggumu lagi?

Kuutarakan padamu, wahai gadis yang berhasil membuatku jatuh sejatuh jatuhnya padamu. Entah seperti apa hatimu untukku, siapa yang ada dalam fikiranmu, siapa yang menjadi prioritas dalam hidupmu atau seperti apa aku dimatamu. Pada kenyataannya, berada didekatmu seperti aku menyentuh secuil surga Tuhan.

Cinta adalah sesuatu yang tak dapat diperkirakan, kepada siapa dan dimana ia tinggal. Nyatanya memang aku masih belum menyangka, bahwa seorang gadis yang menawarkan tangan kecilnya berjabat denganku pada waktu itu adalah dia yang berhasil memerdekakan hatiku, hingga sekarang.