Setiap orang punya guratan wajah, entah seberapa keras mereka coba menyembunyikan atau bahkan menyingkirkannya, hal itu akan tetap ada. Lidahmu mungkin bisa berbohong tapi gerak tubuhmu bisa jadi menyatakan sebaliknya, begitupun dengan guratan di wajahmu.

Kebohongan bisa di buat, tapi tubuhmu sudah terlanjur jujur

Suatu ketika kau menutup diri. Sejujurnya aku tak mengerti mengapa kamu mecoba bersembunyi dariku. Barangkali segala tingkahku membuatmu jengah dan bosan. Aku tak akan membela diri jika memang kau menyalahkan aku akan sikap tertutupmu, akan gurat wajah itu.

Suatu ketika aku melihatmu lagi, dibawah siraman cahaya pagi. Aku melihatnya, guratan itu pergi. Kau berubah jadi manusia baru yang barangkali tak pernah aku kenali. Kau tertawa, membuka diri.

Tentang guratan di wajahmu, suatu ketika ia berubah, lagi dan lagi. Ia mengikuti waktu, tenggelam bersama yang berlalu.

Advertisement

Tentang guratan di wajahmu, teka teki yang tak ku mengerti.