Meskipun tidak bisa bersama setiap hari, namun selama ini saling berbagi cerita adalah hal yang tak pernah kita lewati. Sesibuk apapun, pada akhirnya akan selalu menyediakan waktu untuk saling bertanya, "Bagaimana hari ini, sayang?"

Kita mungkin bukan pasangan ideal bak cerita di Drama Korea. Kisah yang kita jalani juga tak hanya indah-indah saja. Perdebatan dan adu argumen pun kerap mewarnai hari. Tapi yang aku tau, kita selalu ada waktu untuk berbagi; canda-tawa, suka-duka, permasalahan yang pada akhirnya kita pecahkan bersama, dan saling mendukung satu sama lain.

Bagiku, -dan aku yakin bagi mu juga- komunikasi bagi kita bukan lagi rutinitas, tapi kebutuhan. Ya, sosok mu di mata ku bukan hanya sekedar pasangan, tetapi sahabat yang mau mendengarkan. Lantas, setelah sekian lama terbiasa bersama, apa bisa kita berjauhan?

Aku yang selama ini selalu mencarimu untuk berbagi, akankah bisa mengerti kesibukan baru yang nanti kau jalani?

Menjelang keberangkatanmu melanjutkan studi di luar negeri, membuat tidurku kadang tak nyenyak lagi. Muncul perasaan gelisah, tak bisa dipungkiri. Bukan, bukannya aku takut kau ingkari janji tuk setia sampai kau kembali. Aku hanya bertanya-tanya, akankah aku bisa mengerti kesibukan baru yang kau jalani? Akankah manja ini masih akan dimengerti oleh sang pemiliknya, yang hanyalah dirimu itu? Aku sadar, aku tidak bisa "mengganggu" mu sesering ini lagi.

Ya, aku tahu kau pergi bukan untuk buang-buang waktu, jelas kau akan sibuk dengan kegiatan kampus dan penelitianmu. Kalau sudah muncul perasaan begini, aku hanya bisa memejamkan mata dan berserah pada Yang Kuasa, "Tuhan aku tahu, ini yang terbaik. Jadilah sesuai kehendak-Mu tuk indah pada waktunya."

Selama ini tak ada masalah yang mampu membuat perasaan kita terhenti, bertemu adalah solusinya

Advertisement

"Maafin aku ya akhir-akhir ini sibuk, kesannya kayak cuek ke kamu, soalnya anak murid aku lagi pada mau UN. Jadinya jadwal ngajar aku nambah deh. Oh ya, mumpung aku hari ini cuma ngajar pagi, habis aku ngajar kita nonton yuk, jalan seharian!"

Entah karena kamu kadang super sibuk, atau karena selisih paham, apapun itu yang membuatku kesal dan gelisah, kamu jelas tahu bertemu adalah cara untuk membuat hatiku kembali berbunga-bunga. Melihat senyum manis nan lucumu itu, mana mampu ku tekuk wajah berlama-lama. Lantas, jika nanti kita tak semudah ini lagi bertemu, apakah jarak akan membuat perasaan kita membeku?

Mulai saat ini, jauhkan perasaan gelisah yang tak kan mengubah keadaan, aku percaya jarak bukan ancaman

Kalau kata orang-orang, kita akan memasuki jenis hubungan LDR (Long Distance Relationship). Meski tak sedikit yang gagal saat masuk ke dalam tipe hubungan ini, namun aku yakin setiap insan telah dituliskan akhir cerita cinta terbaiknya oleh Sang Penulis Kehidupan. Ya, meskipun pada akhirnya jodoh ditangan Tuhan, namun menjalani hubungan ini dengan sebaik mungkin juga sangat perlu dilakukan.

Saling percaya dan menjaga komitmen yang telah kita sepakati. 'Ku yakin kita telah menggenggam erat kunci itu dalam hati masing-masing. Sebab, waktu yang sudah kita lewati bersama tak bisa dibilang sebentar, sudah saling dikenalkan pada orang tua, bukan sekedar kelakar. Oleh karena itu, kekokohan fondasi yang telah kita bangun bersama tak perlu diragukan.

Andai saja aku boleh meminta, tentulah aku ingin bisa bertemu sesering kita mampu. Tapi aku yakin, jarak ini justru akan membuat pertemuan kita yang mungkin hanya setahun sekali-dua kali justru akan menjadi hal yang paling dinanti dan melekat bertahan meski tahun berganti.

Mencari waktu yang tepat untuk bisa bertemu, berburu promo tiket pesawat murah, menabung untuk saling berkunjung, tentu akan menjadi pengalaman baru yang berkesan bagi kita nanti. Hingga tiba saatnya kita bisa saling bertemu, meluapkan rindu yang selama ini terbendung sempurna. Maka jarak bukan hal yang harus diratapi, namun tantangan untuk dihadapi. Tunjukkan, hubungan ini lebih hebat, hingga jarak tak mampu menghalangi!

Aku akan menunggumu, demikian pula dirimu. Sampai tiba waktunya kita bersama lagi, mari kita mengejar mimpi masing-masing dan saling memantaskan diri. Bukan berarti kita tak saling mendukung lagi. Hanya saja masih ada angan yang harus kita urusi. Hidup ini bukan melulu soal cinta dan kita bukan? Maka saat kita kembali bersama, pastilah kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik lagi dengan janji yang masih kita percayai. Kita tetap menjadi sahabat sejati.

Pada akhirnya, nanti bisa kuisi lagi di halaman ini, tentang jarak yang pernah kutulisi dengan kisah indah yang berhasil kita lewati.