Padahal aku tahu kamu baik-baik saja, akupun baik-baik saja dengan hubungan yang kita jalani saat ini. Semuapun tahu kita ini sepasang kekasih yang bahagia-bahagia saja. Bahkan terkadang mereka iri ingin ada di posisi kita berdua.

Kamu mampu hadirkan kenyamanan tetapi tidak dengan rasa aman, kamu mampu membuatku jatuh cinta tapi mungkin tak sampai jatuh hati. Ya aku memang belum mampu memberikan sepenuhnya hatiku untukmu.

Entahlah apa yang menjadi tolak ukur sebuah perasaan? Apakah ini jawaban bahwa rasa tidak bisa menjadi tolak ukur sebuah hubungan? Ya, Mungkin kini rasa itu telah memudar.

Aku berada di sebuah titik yang menjadikanku sulit untuk melangkah, entah itu maju ataupun mundur. Kita berada di sebuah zona nyaman yang membuat segalanya terasa biasa-biasa saja. Sapaan manis di pagi hari, saling menyemangati sepanjang hari, atau bahkan saling berkeluh kesah di malam hari, semua hanya terasa sebagai rutinitas yang begitu-begitu saja. Mungkin aku sudah terlalu mengenalmu (kerasmu, egomu, bahkan sampai kepada kebaikanmu yang terbaik).

Tapi mengapa semua tetap terasa biasa saja?

Advertisement

Senyum dan air mata yang selalu menjadi penghias perjalanan kitapun hadirnya terasa biasa saja.

Bosan?

Satu kata itu mungkin sanggup mewakili perasaanku saat ini, walaupun ada rasa takut kehilangan yang selalu menyelinap di hati. Apakah bisa aku berdiri sendiri? Tanpa kebiasaan-kebiasaan yang mungkin nanti akan membuat rindu setengah mati.