Hari ini adalah tepat kau dan aku memulai untuk menjadi kita. Tanggal ini adalah yang selalu aku inginkan untuk disegerakan. Sudah tepat satu tahun hubungan yang hanya mampu dilalui melalui jarak yang berhasil memisahkan. Sudah banyak suka duka yang kita lalui, dari mulai ribut setiap hari, hingga hal yang paling berat yaitu saat dimana kau mulai tergoda oleh kesibukanmu dan terbuai akan wanita-wanita di dekatmu. Bukan mudah untuk melalui ini semua, apalagi ketika aku harus berjuang sendirian untuk menyelamatkan hubungan kita yang sedang gentingnya oleh egomu sendiri, bahkan hingga kau lupa ada aku yang sedang berjuang untuk kita.

Setiap saat aku selalu berharap ada kejutan kecil yang akan kau berikan, tetapi kala itu aku salah. Aku hanya sedang berkhayal terlalu jauh untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin untuk ku dapatkan. Malam itu kau hilang begitu saja tanpa ada pemberitahuan dimana dan sedang apa kau saat itu, semua kabar yang aku berikan telah engkau abaikan, kini hanya rasa cemas dan curiga yang berhasil membayang-bayang di pikiranku. Padahal kau tahu bahwa komunikasi adalah yang paling penting untuk kita yang sedang berjuang untuk berdamai dengan jarak.

Ingin rasanya aku berhenti untuk memperjuangkan ini semua, tapi rasa ku lebih besar untuk tidak berhenti memperjuangkan kita. Karna hal ini yang membuatku ragu untuk melanjutkannya, begitu terus yang ada di pikiranku. Hingga suatu saat kau tersadar dari mimpi indahmu, bahwa kau sadar ada aku yang sedang berjuang untukmu. Kau ingin aku memaafkan kesalahan mu tetapi hatiku belum sanggup untuk menerima segala kesalahan yang telah kau perbuat dulu, kini ku simpan semua memori buruk itu, kujadikan sebuah pelajaran, dan kesadaran bahwa yang kau lakukan itu sangatlah tidak baik dalam hubungan yang membutuhkan dua orang yang harus tetap berjuang untuk akhirnya segera di pertemukan.

Kau adalah lelaki baik yang dilahirkan dari ibu yang kuat tentunya, kau adalah pria yang begitu perhatian, meski tak se-perhatian ayahku. Aku masih ingat ketika kau memintaku untuk tetap percaya padamu, karena kepercayaanku adalah kekuatan untukmu yang terpisah jauh dariku. Kepercayaan kau jadikan tameng untuk kita berlindung dari kerapuhan hati agar kita tetap berjalan bersama. Kau tak pernah tau ketika malam datang dan rindu hadir, dia cukup sangat mengganggu tidurku meski kadang hanya rindu pula lah yang akan menemaniku ketika aku merasa kesepian.

Kini sudah satu tahun waktu kita berselang semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil untuk mendamaikan hubungan ini melalui jarak. Meski kadang pertengkaran selalu menjadi teman akrab kita, Aku kesal mengapa waktu enggan memberikan sedikit kesempatan untuk kita bersama, saling bertatap, bercerita, tertawa, bahkan menangis karena sungguh menyedihkan ketika aku lupa bagaimana caramu bercerita, caramu menatapku, caramu tertawa, dan caramu meluapkan kesedihan. Kita yang hanya mampu meluapkan segala rindu ini melalui pesan singkat ataupun telpon seluler. Semoga kita selalu di kuatkan.

Advertisement

Kadang rindu lebih sering mengusik ku hingga aku tak mampu membendung air mataku yang mulai membasahi bantal tidurku dan tak jarang pertengkaran menjadi bunga dalam hubungan kita. Aku menyesal untuk membiarkan emosi menodai hubungan kita. Kau adalah lelaki yang memperkenalkanku dengan cinta. Cinta untuk tetap bertahan meski sulit untuk memahami dalam perbedaan.

Selamat satu tahun sayang, sampai bertemu dengan saat yang kita cita-citakan, semoga doa yang kita panjatkan segera diijabah.